Antisipasi Lonjakan Kasus, Kemenkes Minta RS Tambah Ruang Perawatan COVID-19

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 19:12 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Kemenkes meminta agar rumah sakit menambah ruang perawatan untuk mengantisipasi kenaikan kasus positif baru jika meningkat 50 hingga 100 persen.

"Kemenkes sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19 kami telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah antisipasi berupa penyiapan sarana dan pra sarana di RS," kata Abdul.

Hal itu disampaikan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir dalam YouTube BNPB Indonesia, Minggu (22/11/2020). Ia mengatakan kapasitas rumah sakit masih dapat menampung jika terjadi kenaikan kasus 20-50 persen, tetapi jika lebih dari itu maka rumah sakit diminta meningkatkan kapasitas ruang perawatan.

"Sampai saat ini ketersediaan ruang perawatan di RS baru sekitar 50 persen. Namun demikian bilamana terjadi kenaikan pasien hingga 50-100 persen, maka Kementerian Kesehatan telah memerintahkan kepada semua rumah sakit untuk melakukan penataan tempat tidur dengan menambah kapasitas ruang perawatan pasien COVID-19 tentunya menambah ruang isolasi dan juga menambah ruang ICU," ujar Abdul.

Selain itu, ia mengatakan ketersediaan dan stok obat masih cukup, serta ketersediaan peralatan kesehatan. Ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Saya kira ini penting bagi kita semua untuk memutus rantai penularan COVID-19 dan tentunya kita berdoa kita semua diberikan kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Muhammad Budi Hidayat meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama turut mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Selain itu pihaknya juga melakukan upaya percepatan kontak tracing dan testing terutama di tempat yang memiliki kerumunan dengan massa besar.

"Kemenkes bersama fasyankes terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan sampai dengan puskesmas, percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala atau hotel tempat isolasi, penguatan tracing dengan rasio 1 banding 30, yakni 1 pasien berbanding 30 kontak erat yang dilacak," ujar Budi.

"Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar, selain itu dilakukan pemantauan yang lebih intensif terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kemenkes juga menurunkan lebih dari 5.000 petugas untuk melakukan kontak tracing untuk menelusuri kontak erat di 10 provinsi prioritas.

"Saat ini kemenkes dan satgas telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menelusuri penularan dan kontak erat. kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan.

(yld/dhn)