Ketika Menkes Ceko Dicopot Usai Langgar Aturan Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:01 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Acara Habib Rizieq disorot lantaran memicu kerumunan yang melanggar protokol kesehatan. Pelanggaran protokol kesehatan saat pandemi Corona juga terjadi di mancanegara, bahkan pelanggarnya adalah seorang menteri.

Di Ceko, pelanggaran protokol kesehatan mengakibatkan menteri kesehatan kehilangan jabatannya.

Dilansir AFP, Rabu (28/10/2020), Presiden Ceko Milos Zeman mengganti Menteri Kesehatan Roman Prymula usai kedapatan melanggar aturan Corona pada Oktober lalu. Seorang fotografer tabloid di Ceko memotret Prymula tengah keluar dari sebuah restoran yang seharusnya ditutup karena peraturan pembatasan penyebaran virus Corona.

Selain itu, Prymula tidak memakai masker saat masuk ke mobilnya dengan seorang pengemudi, menurut laporan harian Blesk.

Tindakannya menuai kritik dari para pengguna media sosial, oposisi, dan bahkan koalisi pemerintahan. Hal ini karena ketika itu Republik Ceko mencatat angka infeksi COVID-19 terburuk di seluruh Eropa.

Zeman menunjuk Jan Blatny sebagai Menteri Kesehatan Ceko yang baru. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Presiden, Jiri Ovcacek, dalam sebuah kicauan di Twitter.

Dari catatan AFP, Blatny adalah ahli hematologi anak. Selain itu, ia merupakan wakil kepala rumah sakit di Brno, kota terbesar kedua di Ceko. Meski begitu, Blatny sama sekali tidak punya pengalaman politik.

Diketahui, tingkat infeksi Corona di Ceko sudah sebanyak 270 ribu kasus. Hal itu telah mengakibatkan 2.400 kematian sejak Maret.

Sorotan pelanggaran protokol kesehatan juga terjadi di Jakarta. Acara pernikahan putri Habib Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, yang digelar pada Sabtu (14/11) di Jl Petamburan III, mendapat sorotan karena menciptakan kerumunan. Padahal sampai saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi masih berlaku di DKI Jakarta. Warga yang menggelar resepsi pernikahan di gedung harus menerapkan kapasitas maksimal 25 persen. Selain itu, akad nikah hanya boleh dihadiri 30 orang.

FPI mengklaim acara pernikahan itu hanya mengundang 30 orang. Pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan Habib Rizieq dan situasi saat pelaksanaan acara.

Sementara itu, Habib Rizieq sendiri kini belum terlihat muncul usai kerumunan acaranya di sejumlah wilayah jadi sorotan hingga menimbulkan kluster COVID-19 baru. Di tengah tidak munculnya pimpinan FPI tersebut, beredar pula isu Habib Rizieq beserta menantu dan putrinya positif COVID-19 dan sedang dirawat di wilayah Bogor. Namun FPI menegaskan kabar itu tidak benar.

"Tidak benar kalau beliau sakit, apalagi COVID-19, itu bohong dan berita sesat," kata Wakil Sekretaris Umum Aziz Yanuar kepada wartawan, Jumat (20/11) pukul 13.00 WIB.

(rdp/imk)