Tanggapan TETO soal 27 Pekerja Migran Terdeteksi COVID-19 Setibanya di Taiwan

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 13:01 WIB
Poster
Foto Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kabar mengenai 27 pekerja migran Indonesia (PMI) terpapar virus corona (COVID-19) di Taiwan diklarifikasi kantor perwakilan Taiwan di Indonesia (TETO/Taipei Economic and Trade Office). Apa tanggapannya?

Bermula dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak atau sidak di Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Tangerang. Sidak ini menyusul adanya informasi 27 pekerja migran Indonesia terpapar virus Corona di Taiwan setelah berangkat dari perusahaan penempatan pekerja migran.

Informasi 27 pekerja terinfeksi Corona itu didapatkan dari KDEI Taiwan. Para pekerja ini sebelumnya dikirimkan dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran di Tangerang. Lalu mereka terdeteksi positif Corona setiba di negara Taiwan.

"BP2MI telah mengirimkan Surat Edaran kepada P3MI di masa penempatan adaptasi kebiasaan baru, PMI wajib melakukan tes PCR sebelum terbang ke negara penempatan. Karena pemerintah ingin memastikan anak-anak bangsa benar-benar bisa terjamin keselamatan kesehatannya," kata Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Atas dasar itulah, akhirnya BP2MI melakukan sidak di sejumlah perusahaan penempatan pekerja migran di Tangerang. Sidak ini dilakukan untuk memastikan bagaimana protokol kesehatan yang diterapkan selama PMI berada di penampungan, seperti apa perlakukan P3MI terhadap PMI.

"Pemerintah tidak ingin dengan terjadinya peristiwa ini, pemerintah Taiwan berpikir dari sudut pandang lain dan menganggap Indonesia sengaja mengirimkan PMI yang terinfeksi COVID-19. Bahkan dikhawatirkan hal ini bisa mengganggu hubungan Indonesia-Taiwan," ucap Benny.

Setelah ditemukannya 27 PMI yang terinfeksi Corona di Taiwan ini, kantor perwakilan pemerintahan Republic of China (Taiwan) di Indonesia mengeluarkan surat edaran untuk memperketat aturan masuknya PMI ke Taiwan. Aturan itu termasuk PMI wajib melakukan tes PCR 3 hari sebelum terbang, dan akan memberhentikan proses penempatan PMI oleh 5 PT yang mengirimkan PMI terinfeksi COVID-19.

"Kami butuh komitmen dari P3MI untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam melakukan penempatan PMI di masa adaptasi kebiasaan baru ini, agar tidak ada respons negatif dari negara penempatan," tutupnya.

Berikut ini tanggapan dari TETO:

Kantor Perwakilan Taiwan (Taipei Economic and Trade Office, TETO) dengan sungguh-sungguh mengklarifikasi bahwa mulai 18 Oktober 2020 hingga 18 November 2020 tercatat 70 kasus impor yang terinfeksi COVID-19 dan 28 kasus di antaranya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Meskipun tingkat rasionya termasuk tinggi, Pemerintah Taiwan (R.O.C) tidak pernah menganggap Indonesia sengaja mengirimkan PMI yang terinfeksi COVID-19. Saat ini, Pemerintah Taiwan dan Pemerintah Indonesia terus berusaha melakukan berbagai pencegahan epidemi, serta tidak mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Taiwan.

Mempertimbangkan kondisi epidemi global COVID-19 pada musim gugur dan musim dingin yang terus meningkat dan peningkatan signifikan pada jumlah kasus dari luar negeri dalam satu bulan terakhir. Pemerintah Taiwan, pada tanggal 18 November 2020 telah mengumumkan 'Langkah Pencegahan Epidemi Khusus Musim Gugur dan Musim Dingin', serta menyesuaikan kebijakan pencegahan epidemi yang mengharuskan semua pengunjung yang masuk ke Taiwan (termasuk Warga Negara Taiwan dan Warga Negara Asing), terlepas dari tujuan masuknya, mulai 1 Desember 2020 hingga 28 Februari 2021, saat naik pesawat dan memasuki Taiwan harus menunjukkan laporan PCR negatif dalam tiga hari terakhir.

TETO menegaskan bahwa kebijakan ini diperlukan untuk memperkuat tindakan pencegahan epidemi, dan berlaku untuk semua pengunjung domestik maupun asing, yang tidak hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia.

Selain itu, dalam laporan media tersebut menyebutkan bahwa 'Taiwan telah menangguhkan lima P3MI untuk mengirimkan PMI, tetapi bagi PMI yang telah mendapatkan visa sebelum 9 November 2020 tidak dilarang'. TETO menjelaskan bahwa dikarenakan dalam satu bulan terakhir ada 28 orang PMI yang setelah memasuki Taiwan didiagnosis terinfeksi COVID-19, dan diantaranya ada 20 orang PMI yang terutama berasal dari 4, bukan 5 P3MI yaitu PT Sentosa Karya Aditama, PT Vita Melati Indonesia, PT Ekoristi Berkarya, dan PT Graha Ayukarsa.

Oleh karena P3MI tersebut tidak memenuhi protokol kesehatan, Pemerintah Taiwan menghentikan sementara penempatan PMI dari empat P3MI tersebut, namun bagi PMI yang memperoleh visa sebelum tanggal 19 November 2020 (bukan tanggal 9, masih dapat memasuki Taiwan. Untuk selanjutnya, apabila balai pelatihan dari empat P3MI tersebut telah memperbaiki protokol kesehatan serta memperoleh konfirmasi dan bukti bebas dari wabah COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dapat mengajukan permohonan ke Pemerintah Taiwan dan setelah mendapatkan izin baru dapat melaksanakan kembali penempatan PMI ke Taiwan.

Simak video 'Keprihatinan Warga Melihat Kasus Corona Harian di DKI Pecah Rekor':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dhn)