Pasar Tradisional Berpotensi Besar Sebarkan Flu Burung

Pasar Tradisional Berpotensi Besar Sebarkan Flu Burung

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 08:12 WIB
Jakarta - Pasar-pasar tradisional di Indonesia sangat berpotensi besar sebagai wadah penyebaran virus flu burung. Oleh karenanya perlu ditingkatkan tingkat kebersihan serta sanitasinya sebagai salah satu upaya pencegahan penularan terhadap flu burung."Interaksi yang sangat tinggi antara manusia dan unggas hidup terjadi setiap harinya di pasar tradisional di Indonesia dan hal tersebut dapat menjadi potensi penularan penyakit flu burung," kata Penasehat Regional mengenai Kesehatan Lingkungan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk AsiaTenggara, Alexander von Hildebrand dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Kamis (26/1/2006).Pakar Keamanan Pangan WHO Jenewa, Dr. Peter Karim Ben Embarek mengatakan, upaya-upaya lainnya meliputi pembatasan kontak antara manusia dan unggas di pasar, menyediakan akses yang lebih baik akan air bersih serta sistem manajemen pembuangan yang lebih baik. "Perangkat pelindung bagi pedagang unggas di pasar maupun melindungi lingkungan di mana terdapat orang-orang yang berurusan dengan unggas hidup di pasar juga penting," kata Ben Embarek.WHO sangat mendukung inisiatif pemerintah Indonesia untuk secara lebih aktif melanjutkan usaha mereka maupun mendirikan lebih banyak pasar-pasar sehat, sebagai salah satu usaha untuk mengurangi potensi penularan flu burung. "Kami sangat gembira, inisiatif itu telah dimasukkan dalam Rencana Nasional untuk Persiapan Pandemi. Karenanya kami ingin menyelamati Pemerintah yang telah melibatkan baik sektor manusia maupun hewan dalam rencana mereka," kata Ben Embarek.Hildebrand dan timnya berada di Jakarta atas permintaan Pemerintah Indonesia untuk mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan berisiko yang terjadi di pasar-pasar tradisional pada umumnya. Mereka telah mengunjungi beberapa pasar tradisional dan meskipun hanya terbatas di Jakarta, pasar-pasar tersebut mewakili apa yang dapat ditemukan di seluruh Indonesia.Kasus flu burung pada manusia yang telah dikonfirmasi di Indonesia telah mencapai 19 kasus, di mana 14 orang di antaranya meninggal dunia. Sebagian besar pada kasus-kasus tersebut ditemukan adanya kontak langsung dengan unggas yang sakit atau mati. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads