KBRI Riyadh Bebaskan Denda dan Pulangkan 140 WNI Overstay ke RI

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 14:18 WIB
KBRI di Riyadh Arab Saudi
Foto: KBRI Riyadh (dok. istimewa)

Sebelum dipulangkan ke Tanah Air, Maftuh mengungkapkan ke-23 WNI dari shelter penampungan sudah dilakukan tes PCR COVID-19. Sebanyak 23 WNI tersebut pun dinyatakan negatif COVID-19.

"Alhamdulillah semuanya negatif COVID-19," ujar Maftuh.

Selain ke-140 WNI overstay yang berhasil dibebaskan dendanya itu. KBRI Riyadh juga berhasil memulangkan WNI asal Situbondo, Jawa Timur, Lili Sumarni (37). Lili pernah menjalani masa hukuman 8 tahun penjara akibat dituduh majikanya melakukan sihir.

Dari total 140 WNI, terdapat sebanyak 117 WNI yang pernah merasakan dinginnya ruang tahanan Pemerintah Arab Saudi. Seorang WNI asal Jawa Barat berinisial EN (33) mengatakan tempat tahanan yang pernah dihuninya sangat ramai. Ia menyebut ruangan itu diisi lebih dari 50 orang.

"Saya memang dulu kabur dari majikan. Lalu bekerja ilegal. Pas September kemarin ada undangan ulang tahun teman, memang ramai sekali, di masa pandemi COVID19 ini, melebihi jumlah maksimal kerumunan 50 orang, kami semua ditangkap dan ditahan," terang EN.

Selanjutnya, seorang WNI asal NTB berinisial RR (22) mengungkapkan pengalamannya yang malang saat berada di penjara. RR mengatakan ia bersama bayinya harus mendekam di balik jeruji besi karena tidak bisa membuktikan identitas sah selama berada di Arab Saudi.

"Saya harus mendekam di balik jeruji bersama bayi saya karena saya tidak bisa membuktikan identitas sah di Arab Saudi. Pernikahan saya dengan ayah bayi ini pun tidak ada surat-suratnya," ujar RR.

"Beruntung KBRI Riyadh cepat memberikan pengakuan bahwa saya dan anak saya WNI, meski kami tidak membawa identitas apa pun. Jika tidak, mungkin saya akan lebih lama lagi di dalam penjara," tambah RR.

Halaman

(hel/rfs)