Polisi-Satpol PP Turunkan Spanduk HRS di Palembang: FPI Ormas Tak Terdaftar

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 10:24 WIB
Polisi dan Satpol PP menurunkan spanduk Habib Rizieq di Palembang
Polisi dan Satpol PP menurunkan spanduk Habib Rizieq di Palembang. (Foto: dok. Istimewa)
Palembang -

Spanduk Habib Rizieq Syihab di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dicopot petugas gabungan polisi dan Satpol PP. Sebab, polisi mengatakan Front Pembela Islam (FPI) merupakan organisasi yang tidak terdaftar.

"Tadi malam kami melakukan kegiatan di beberapa titik. Salah satunya pencopotan spanduk FPI yang ada di beberapa titik," kata Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji kepada detikcom, Sabtu (21/10/2020).

Anom menyebut pencopotan spanduk itu dilakukan karena organisasi FPI tidak terdaftar, sehingga pemasangan spanduk Habib Rizieq lewat nama FPI dinilai ilegal.

"FPI itu kan ormas yang tidak terdaftar ya, artinya itu ilegal. Mau dia bayar atau tidak di papan reklame, itu jadi ilegal. Jadi asas kepatutan dan hukum," katanya.

Dalam penertiban tadi malam, Anom mengatakan mengutamakan asas hukum, yakni semua spanduk yang diturunkan menggunakan organisasi tidak terdaftar.

"Hukum itu apa, ya kalau tidak terdaftar, ya jangan pakai nama organisasi. Kalau mau perorangan, silakan, itu yang kita turunkan FPI semua," katanya.

Polisi dan Satpol PP menurunkan spanduk Habib Rizieq di PalembangPolisi dan Satpol PP menurunkan spanduk Habib Rizieq di Palembang (Foto: dok. Istimewa)

Pencopotan spanduk dilakukan oleh tim gabungan Polri, Satpol PP, dan Dinas PRKP Palembang. Ada sekitar 90 personel yang tergabung dalam penertiban yang rencananya akan dilanjutkan hari ini.

"Itu belum semua. Hari ini kita lanjutkan lagi penertiban itu. Sama tim gabungan, sekitar 1 jam lebih, mulai pukul 21.30 WIB," tutur Anom.

Simak video 'Fenomena Habib Rizieq, JK: Ada Kekosongan Pemimpin yang Serap Aspirasi':

[Gambas:Video 20detik]



Pencopotan baliho Habib Rizieq juga terjadi di kota lain. Simak halaman berikutnya..

Selanjutnya
Halaman
1 2