PKB Soal TNI Copot Baliho Rizieq: Satpol PP DKI Kok Loyo dan Memble?

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 06:30 WIB
Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)
Foto: Politikus PKB Marwan Dasopang (Tsarina/detikcom)

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman bicara soal viralnya video yang menunjukkan baliho bergambar wajah Habib Rizieq Syihab diturunkan orang berseragam loreng. Dudung menyatakan penurunan baliho itu atas perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Dudung, Jumat (20/11/2020).

Dudung menegaskan ada aturan yang harus dipatuhi terkait pemasangan baliho. Ia meminta tidak ada pihak yang seenaknya sendiri dan merasa paling benar.

"Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar membela bahwa baliho tersebut memiliki makna untuk menyuarakan revolusi akhlak. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi, di mana semua orang memiliki hak untuk bebas berpendapat.

"Ya sekarang kalau kita lihat terkait spanduk-spanduk revolusi akhlak, ya kita minta kalau begitu... Ini kan negara demokrasi, kita mau meng-announce tentang revolusi akhlak dihalangi," ucap Aziz saat ditemui di Petamburan, Jumat (20/11/2020).

Aziz pun membandingkan dengan baliho revolusi mental yang tersebar di mana-mana. Seharusnya, baliho seperti itu juga dicopot supaya adil.

"Tapi di sisi lain kita lihat banyak baliho revolusi mental di mana-mana. Kita nggak pernah mempermasalahkan, apalagi mencopot apa segala macam. Dan tidak ada juga pencopotan dari pihak mereka. Jadi kalo mau adil, copot juga semuanya," ujarnya.


(isa/dnu)