Ditemukan 500 Sawmill Ilegal di Riau

- detikNews
Kamis, 26 Jan 2006 05:38 WIB
Pekanbaru - Rusaknya hutan alam di Riau, salah satunya disebabkan banyaknya sawmill (industri penggergajian kayu) ilegal yang jumlahnya lebih dari 500 unit. Akibat industri sawmill liar ini, setiap tahun Riau kehilangan 1,8 juta meter kubik kayu alam.Ketua Pemberantasan Ilegal Logging Riau, Wan Abu Bakar kepada detikcom, Kamis (26/1/2006) mengatakan, hadirnya sawmill liar di seluruh kabupaten dan kota di Riau, merupakan salah satu unsur meningkatnya kerusakan hutan alam selama ini. Sawmill liar ini merupakan salah satu alternatif tempat penampungan kayu-kayu selain playwood dan pabrik kertas di Riau."Kita sudah mendata di seluruh kabupaten dan kota, terdapat lebih dari 500 sawmill liar," ujarnya. Maraknya sawmill liar mengakibatkan pembalakan kayu di Riau terus berjalan. Sehingga masyarakat kecil pun dengan mudah menebang kayu yang selanjutnya ditampung di sawmill itu.Wan merinci, untuk sawmill ukuran terkecil dengan satu mesin potong bisa mengelola 10 meter kubik per hari. Bila ada 500 sawmill, maka setiap harinya ada 5000 meter kubik kayu yang hilang dari hutan Riau. Maka dalam setahun Riau sudah kehilangan 1,8 juta meter kubik kayu alam. "Itu belum kita hitung dari playwood atau pabrik kertas di Riau," kata Wan.Wan menilai banyaknya sawmill liar yang masih berdiri sampai saat ini, menunjukkan betapa lemahnya pengawasan yang dilakukan Dinas Kehutanan Provinsi Riau serta jajarannya di tingkat kabupaten. Mestinya, selaku instansi yang paling berwenang menangani ilegal logging, bisa berkerja semaksimal mungkin untuk menutup seluruh sawmill tanpa izin itu."Sawmill liar itu rata-rata sudah lebih dari 10 tahun silam. Kian lama, jumlahnya malah bertambah. Anehnya, jajaran Dinas Kehutanan di Riau ini tidak pernah melakukan tindakan apapun. Saya malah bingung, apa kerjaan dinas kehutanan kita selama ini," tanya Wan.Dari data yang di himpung tim pemberantasan ilegal logging, lanjut Wan, mayoritas keberadaan sawmill liar ini malah di sekitar kawasan hutan yang dilarang untuk dikonversi. Sawmill itu, berada di sekitar kawasan hutan lindung, hutan margasatwa, serta taman nasional yang memang diharamkan untuk diambil kayunya.Hadirnya sawmill liar di kawasan hutan itu, kata Wan, justru menunjukan adanya kolusi antara aparatur negara dengan pihak pemilik sawmill. Hal itu bisa diduga, tidak adanya penertiban dari masing-masing aparatur negara di kabupaten ataupun di provinsi.Selaku Ketua Tim Pemberantasan Ilegal Logging di Riau, Wan berencana akan menertibkan seluruh sawmill liar itu. Pihaknya akan turun langsung ke sejumah lokasi sawmill yang selama ini tempat penampungan kayu tanpa dokumen.

(mar/)