Iran Sambut Tawaran Rusia untuk Pengayaan Nuklir
Kamis, 26 Jan 2006 04:52 WIB
Jakarta -
Iran menyambut positif atas tawaran untuk memperkaya uranium di Rusia dalam rangka mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) atas program nuklirnya.Setelah melakukan pembicaraan dengan Kepala Dewan Keamanan Rusia Igor Ivanov,Kepala Negosiator Nuklir Iran Ali Larijani kepada pers mengatakan menyambut positif atas tawaran tersebut."Kami memandang positif atas tawaran ini. Rencana ini dapat disempurnakan di masa mendatang, dalam perundingan yang akan diselenggarakan Februari mendatang," ujar Larijani sebagaimana dilansir situs berita Aljazeera, Rabu (25/1/2006).Pembicaraan mengenai rincian pembahasan saat ini sedang berlangsung, termasuk soal tawaran Iran untuk melibatkan Cina dalam proses pengayaan nuklir di Rusia.Larijani juga mengulangi pernyataan ancaman Iran untuk memulai pengayaan uraniumnya secara total di wilayahnya, jika Iran diadukan ke Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk diberikan sanksi."Jika dewan di IAEA memberikan tekanan politik kepada perwakilannya untuk mengirimkan dokumen-dokumen kami, ini akan menjadi langkah yang tidak berguna bagi dunia, juga bagi keamanan di kawasan secara umum," ujar Larijani sebagaimana dikutip kantor berita Rusia Interfax dan Itar-Tass.Jika tekanan politik tersebut benar-benar terjadi, Larijani mengancam aktivitas nuklir Iran tidak hanya terbatas pada kepentingan ilmu pengetahuan, namun akan dimulai produksi untuk kepentingan industri.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AS dan UE menuding Iran bermaksud memproduksi senjata nuklir dan menginginkan agar persoalan nuklir Iran dibawa ke DK PBB dengan tujuan pemberian sanksi bagi Iran. Namun Rusia dan Cina menentang keras keinginan AS dan UE tersebut.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
