Pesawat Delay di Madinah, Garuda Tanggung Akomodasi Jamaah
Kamis, 26 Jan 2006 02:58 WIB
Madinah -
Pemulangan jamaah haji Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) akan dimulai Sabtu (28/1/2006). Bagaimana bila terjadi delay pesawat? Garuda Indonesia sudah setuju akan menanggung akomodasi, baik itu penginapan maupun konsumsi, untuk para jamaah. Kesepakatan ini tertuang dalam pertemuan antara pimpinan Daerah Kerja (Daker) Madinah dengan pihak Garuda, Rabu (26/1/2006) di Kantor Daker Madinah, Jl. Mathar, Madinah. Menurut Wakadaker Bidang Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah, Cepi Supriatna, pertemuan ini sepakai upaya untuk memperbaiki pemulangan jamaah yang lebih baik. Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan itu adalah antisipasi bila terjadi delay pesawat. "Intinya, bila pesawat delay, Garuda siap menyediakan akomodasi sesuai MoU," kata Cepi. Menurut Cepi, bila delay pesawat terjadi di luar bandara, maka Garuda mempercayakan perusahaan katering Dagastani (Mukhtamil) untuk melayani konsumsi jamaah haji. Sementara untuk penginapan jamaah, Garuda akan bekerja sama dengan Daker. "Tapi, Daker hanya membantu mencarikan pemondokan," ujar Cepi. Untuk memperlancar pemulangan jamaah, dalam pertemuan juga disepakati bahwa boarding pass para jamaah paling lambat diserahkan kepada ketua kloter dua hari sebelum jadwal kepulangan. Selain itu, pemberian air zam-zam sebanyak 5 liter kepada masing-masing jamaah akan diserahkan di bandara AMAA. Air zam-zam ini dikemas dengan dilengkapi plastik pengaman, sehingga tidak mudah tumpah atau bocor. Sedangkan untuk pemulangan jamaah yang sakit, disepakati digunakan 3 seat untuk jamaah haji dalam posisi berbaring. Jamaah yang sakit itu akan didampingi paramedis dan dokter kloter. Tentang bagasi, barang-barang jamaah akan ditimbang pihak Almunief dua hari sebelum jadwal kepulangan. Setelah ditimbang, barang-barang bagasi itu langsung diangkut saat itu juga ke gudang Almunief. Namun di bandara nanti, barang-barang itu akan ditimbang ulang dan dilakukan pemeriksaan x-ray. Untuk tas tentengan, jamaah hanya diperbolehkan membawa 1 tas tentengan. Saat pemulangan nanti, jamaah haji juga harus didorong dari pemondokan ke bandara AMAA paling lambat 4,5 jam sebelum jadwal take off.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
