Korban Bentrok Papua Dimakamkan

Korban Bentrok Papua Dimakamkan

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 18:46 WIB
Jakarta - Moses Douw, warga Desa Gakokebo, Kecamatan Wagete, Kabupaten Paniai yang tewas tertembak dalam bentrok dengan aparat pada 20 Januari, telah dimakamkan Rabu (25/1/2006).Sejumlah pejabat Kabupaten Paniai hadir pada upacara pemakaman, antara lain Bupati Yan Warius, dokter John Manangsang dari DPR Papua dan sejumlah anggota DPRD Paniai. Dari unsur militer dan kepolisian hadir Danrem 173/Praja Vira Braja Kolonel Infanteri Erfi Triassunu, Kapolres AKBP Antonius, Dandim 1705/Paniai Letkol Infanteri Sumaidi dan Dandenpom Biak Mayor Cpm Kadori. Selain dihadiri para pejabat, diperkirakan lebih dari 200 orang pihak keluarga dan masyarakat turut mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Moses Douw dari rilis Kodam XVII/Trikora yang diterima Detikcom, dimakamkan pukul 16.15 WIT di atas lahan kosong milik Mote, warga setempat. Letaknya sekitar 40 meter dari kantor Polsek dan 60 meter sebelah kiri pos Yonif 753/Arga Vira Tama.Prosesi pemakaman berlangsung hingga pukul 17.30 dalam cuaca terang. Jenazah Moses tidak segera dimakamkan karena masih dilakukan kesepakatan oleh berbagai pihak. Kesepakatan itu antara lain menyangkut prosesi pemakaman dan penyikapan atas perilaku aparat.Disepakati pula anggota militer, kepolisian, pegawai distrik dan puskesmas yang tidak bertugas dengan baik akan ditarik dari Wagete. Selain yang tidak bertugas dengan baik, aparat yang pada kenyataan sering membuat pelanggaran atau memukul masyarakat juga disepakati ditarik dan dipindahkan ke daerah lain.Sementara itu, Petrus Pikey dan Delina Koutoki, kedua korban luka akibat bentrok sampai saat ini masih menjalani perawatan medis. Mereka berdua dirawat di rumah sakit umum Nabire.Di tempat terpisah, Kapendam XVII/Trikora Mayor Caj GT Situmorang mengatakan, seluruh rangkaian pemakaman berlangsung lancar. "Dari laporan yang diterima, situasi di daerah itu dalam kadaan kondusif. Baik menjelang, selama dan sesudah pemakaman," katanya.Hal ini berkat adanya komunikasi yang baik antarpihak yang ada di sana, yaitu pejabat setempat, pihak keluarga korban maupun masyarakat.Terkait pengambilan tindakan hukum atas peristiwa itu, Situmorang mengatakan, Kodam XVII/Trikora tetap teguh pada komitmennya. "Kodam sedang melakukan pengusutan. Pimpinan tidak akan pernah membiarkan kasus ini berlalu begitu saja. Jika nanti terbukti ada anggota yang terlibat dan dinyatakan bersalah, siapapun dia, akan dihukum sesuai dengan kesalahannya," ujar juru bicara Pangdam itu. (umi/)



Berita Terkait