Kapolres Poso Ditembak, Kinerja Satgas & Koopskam Tak Efektif
Rabu, 25 Jan 2006 16:50 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Amris Hasan menilai terjadinya penembakan Kapolres Poso Selasa malam 24 Januari menunjukkan kinerja Satgas dan Koopskam tidak efektif, karenanya harus dievaluasi.Amris meminta kepada pemerintah segera menentukan sikap atas keamanan Poso. Jika keamanan Poso tidak bisa dikendalikan menurutnya Poso bisa diberlakukan darurat sipil."Itu menunjukkan Satgas dan Koopskam sama sekali belum efektif. Kalau begitu terus bisa diberlakukan darurat sipil supaya bisa dijaga betul yang keluar masuk," kata Amris Hasan kepada detikcom, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2006).Menurutnya kejadian demi kejadian di Poso ini dikarenakan cara penanganan tidak menyentuh akar persoalan, sehingga setiap satu kasus di atasi selalu muncul kasus lain."Yang ditangani bukan akarnya, bukan dalangnya, tapi hanya orang di lapangan yang ditangkap. Pemerintah harus mencari akar masalah agar Poso segera kondusif," tambahnya.Pemerintah juga harus mengoptimalkan kerja aparat keamanan di Poso baik aparat kepolisian maupun TNI karena jika tidak, apalagi pemerintah lebih mengutamakan Koopskam akan menimbulkan persoalan baru di institusi yang ada saat ini."Kalau Polda dan aparat TNI tidak diaktifkan kan nanti bisa menimbulkan sikap diam sehingga terkesan cuek, karenanya harus dievaluasi oleh Koopskam dan pengaktifan kembali fungsi Polda dan aparat TNI," terangnya.Hal sama diungkapkan anggota Komisi I DPR RI dari Partai Demokrat Boy Saul. Menurutnya, Koopskam harus bekerja lebih giat. Kejadian ini menunjukkan kerja Koopskam masih belum maksimal. Dia mengusulkan agar pemerintah betul-betul mengkaji penanganan keamanan di Poso."Kalau begini terus apa boleh buat saya setuju dengan durat sipil," ujarnya.Diberitakan sebelumnya, saat berjalan ke sebuah masjid, Kapolres Poso AKBP Rudi Sufahriadi ditembak 2 orang tak dikenal. Namun Rudi tidak terluka akibat tembakan itu.
(san/)











































