Etnis Cina Solo Gelar Pasar Imlek

Etnis Cina Solo Gelar Pasar Imlek

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 16:44 WIB
Solo - Pencabutan larangan bagi WNI keturunan Cina mengekspresikan tradisi budaya leluhurnya secara terbuka di hadapan publik pascareformasi membuat mereka semakin terbuka. Di Solo, untuk menyambut tahun baru imlek, warga etnis Cina menggelar pasar imlek di fasilitas milik Pemerintah.Pasar imlek tersebut digelar di Sriwedari, Solo, sebuah ruang publik milik Pemerintah. Area tersebut memang sering dipakai oleh Pemkot untuk menggelar berbagai acara, termasuk Maleman Sriwedari, yang digelar Pemkot pada sepuluh hari terakhir bulan puasa di setiap tahunnya.Kapala Dinas Pariwisata Pemkot Solo, Evi Frebria Rukmi, mengatakan, dengan diizinkannya Sriwedari sebagai lokasi pasar imlek dengan alasan untuk semakin mendekatkan pembauran antar-etnis serta untuk memancing elemen masyarakat lain yang ingin menggunakan fasilitas tersebut."Disamping itu untuk menghilangkan kesan adanya diskriminasi etnis Cina di tengah pergaulan masyarakat. Dengan acara ini diharapkan seluruh warga bisa mengenal lebih jauh keragaman budaya, terutama budaya etnis Cina," ujarnya di lokasi pasar imlek, Rabu (25/1/2006).Untuk menunjukkan pembauran, pada pembukaan pasar imlek oleh Wakil Walikota Solo Hadi Rudyatmo Selasa (24/1) malam tersebut juga dikemas cukup menarik. Selain pesta kembang api dan atraksi liong serta barongsai, juga disuguhkan tari gambyong, tarian Jawa untuk penyambutan tamu.Selebihnya pasar imlek di Solo itu memang cukup menarik. Selain seluruh pengunjung digratiskan dari tiket masuk, 74 stan yang disediakan panitia menyediakan beragam barang yang dijual dengan harga cukup miring.Dari pakaian, makanan, hiasan khas Cina, hingga pernik-pernik khas yang biasa dibuat saat menyambut imlek. Selain itu ada juga stan yang diisi oleh mainan anak, sepeda motor hingga mobil. Bahkan disediakan pula stan pengobatan gratis, konsultasi feng shui, astrologi dan konsultasi paranormal.Selama acara pasar imlek digelar hingga 28/1/2006 mendatang, panitia mendatangkan rombongan Grup Wayang Potehi 'Lima Merpati ' pimpinan Pujiono dari Surabaya. Wayang potehi adalah pertunjukan wayang yang mengambil kisah-kisah dan setting dari negeri tiongkok yang saat ini sudah sangat langka keberadaannya."Setiap hari mereka akan pentas pada pukul 10.00 - 12.00 WIB dan pukul 19.00 - 21.00 WIB. Kami ingin mengenalkan perbendaharaan budaya khas yang dimiliki warga Cina di Indonesia yang mungkin generasi muda kami sendiri pun belum mengenalnya," ujar Sumartono Hadinoto, humas panitia.Acara tersebut digelar oleh empat perhimpunan warga etnis Cina di Solo, yaitu Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Himpunan Fuqing, Perkumpulan Haka Surakarta (Perhakas) dan Perkumpulan Hoo Hap. (nrl/)



Berita Terkait