Buka Program Transformasi Bintara, Kalemdiklat Polri Bicara Moral-Integritas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 00:17 WIB
Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto.
Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto membuka kegiatan Program Transformasi Diri untuk peserta didik Pendidikan dan Pembentukan Bintara Tahun Ajaran 2020/2021. Dalam kesempatan itu, Arief menyinggung pentingnya moral dan integritas dalam menjalankan tugasnya.

Program itu diikuti 10.250 Bintara dari Sabang sampai Merauke yang dibuka secara virtual oleh Komjen Arief, Rabu (18/11/2020). Mengusung tema 'IHT One Day Coach Serdik Diktukba Polri', program itu dipandu Coach Iman Herdimansyah dan Asisten Rudi, trainer lisensi dari Ary Ginanjar Agustian.

Dalam sambutannya, Arief mengatakan polisi memiliki misi yang mulia, yaitu bekerja di dalam kehidupan manusia untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran. Misi itu, kata Arief, tidak akan bisa berjalan efektif jika polisi tidak mengenal siapa yang dihadapi dan siapa yang dilayani.

"Dia juga harus memahami apa hakikat dari tugas dan kewajiban serta kewenangan yang sarat dengan etika moralitas dan pedoman nilai-nilai dalam ikatan integritas," kata Arief dalam keterangannya.

Menurutnya, semua itu harus ditanamkan kuat-kuat dalam diri setiap anggota Polri dalam menjalankan tugasnya. Arief juga menyinggung pedoman Tribrata dan Catur Prasetya yang disebutnya sarat dengan nilai dan etika kepolisian.

"Catur Prasetya sebagai pedoman kerja anggota Polri merupakan panduan tata perilaku dalam menjalankan tugas sebagai kontribusi dalam kehidupan, kalau dalam piramida yang diajarkan Pak Ary Ginanjar merupakan tangga atau level keenam," ujarnya.

Arief menambahkan Tribrata sebagai pedoman hidup setiap anggota Polri merupakan panduan moral yang sarat dengan nilai luhur sehingga dapat memahami tujuan profesi kepolisian dan mewujudkannya dalam sikap dan perilaku. Berperilaku baik, menurut Arief, dilandasi dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

"Dengan keyakinan itu maka diharapkan akan tertanam keyakinan dan tekad yang kuat. Saya harus berbuat baik karena untuk kebaikan kehidupan manusia. Saya tidak boleh salah karena Allah SWT akan selalu mengawasi. Saya tidak akan pernah takut dan khawatir karena Allah SWT akan memberi petunjuk dan membantu," tuturnya.

"Saya akan bekerja dengan ikhlas karena semua yang saya lakukan: salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau semua insan Polri sudah memiliki mindset seperti ini, maka tidak akan ada lagi penyimpangan, tidak akan ada lagi komplain dari masyarakat, itulah sebenarnya tujuan luhur keberadaan Polri di tengah masyarakat," lanjut dia.

Sementara itu, trainer ESQ, Coach Iman, membeberkan modal sukses polisi dalam waktu 7 bulan ke depan, bahkan lebih. Semuanya berhubungan dengan Tribrata, yaitu Physical Happiness (IQ), Emotional Happiness (EQ), dan Spiritual Happiness (SQ).

"Ikuti ini sebagai sebuah kalimat afirmasi. 'Saya seorang polisi yang cakap menguasai tugas-tugas polisi (IQ), yang peka terhadap rasa (EQ), dan sepenuhnya sadar berbakti kepada Tuhan melalui bakti kepada bangsa dan negara (SQ)'," papar Coach Iman, yang diikuti ribuan Bintara.

Para Bintara juga ditanya oleh Coach Iman tentang bahwa pusat pengendali IQ, EQ, dan SQ yang dijawab para Bintara dengan spiritualitas. Coach Iman mengatakan spiritualitas penting bagi seorang polisi.

"Ya, itulah spiritualitas sebagai pusat kesadaran kita sebagai seorang polisi. Ternyata sudah berada di titik tengah yang ada di atas topimu juga pangkatmu, yakni 3 bintang Tribrata," jelasnya.

(azr/isa)