Pesawat Asing Masuk Zona RI, Protes Disalurkan Lewat Deplu
Rabu, 25 Jan 2006 13:35 WIB
Jakarta - Pesawat asing sering mencoba masuk zona Indonesia saat melintas di Selat Malaka. Indonesia pun akan melayangkan protes lewat nota diplomatik yang disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu).Demikian ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto usai rapat pimpinan di Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (25/1/2006)."Kita perlu tahu pesawat mana. Setelah tahu pesawat mana, kita menyalurkannya lewat Deplu untuk melakukan nota diplomatik. Yang kita protes itu atas pelanggaran wilayah dari negara yang bersangkutan," ujar Tarto.Ketika ditanyakan apakah pesawat tersebut milik Amerika Serikat (AS), Tarto belum bisa memastikan. "Saya belum pastikan dari mana," katanya.Dikonfirmasikan pernyataan Danlanud Pekanbaru Kol Penerbang Bonar Hutagaol yang sempat menyebutkan pesawat tersebut berasal dari kapal induk, apakah kapal induk AS, Tarto tetap bungkam. "Itu nanti. Ini kan sedang diproses Deplu," tandas Tarto.Sementara itu KSAU Marsekal TNI Djoko Soeyanto mengakui, pesawat tempur itu melalui Selat Malaka."Selat Malaka itu kan selat internasional dan jalur pelayaran internasional yang bisa dilewati jenis kapal apa saja, termasuk kapal induk AS," kata Soeyanto.Dia lantas bercerita, jika kapal induk berlayar dan ada pesawat yang terbang, maka hal itu dilakukan dalam rangka latihan dan dalam rangka menjaga pengamanan satuan armadanya."Itu yang dimaksud. Tapi mereka harus selalu ada dalam aturannya. Harus melakukan komunikasi dan identifikasi dengan air traffic control di daerah itu, seperti Singapura, Kuala Lumpur, Medan, dan Pekanbaru. Itu yang dimaksud dengan banyaknya pesawat udara dalam kontak pesawat tempur di kapal induk, tapi ada yang nyolong masuk," imbuh calon Panglima TNI ini.Ditanyakan apakah kegiatan pesawat tempur asing itu dalam rangka menguji sistem pertahanan Indonesia, Soeyanto mengatakan, pihaknya tidak melihat sejauh itu."Itu memang ada prosedurnya. Jadi mereka juga punya pengendalian sendiri. Mereka berbelok karena boleh melewati (jalur) ini lagi. Kita menangkapnya seperti itu," tutur jenderal lulusan Akademi Militer tahun 1973 ini.Seperti diberitakan, jajaran TNI AU Pekanbaru meningkatkan pengamanan udara di kawasan Selat Malaka. Hal itu dilakukan karena sering terpantaunya pesawat tempur asing dari kapal induk mencoba memasuki wilayah udara Indonesia.
(san/)











































