Perangi Narkoba, Ketua MPR: Diperlukan Jihad Semua Elemen Masyarakat

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 11:55 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Bamsoet menjelaskan upaya ini tidak cukup hanya dengan melakukan razia, melainkan perlu langkah preventif melalui penyuluhan bahaya narkoba secara masif.

"Indonesia telah masuk darurat narkoba. Tak hanya lagi menjadi target perdagangan, tetapi juga dijadikan oleh para bandar sebagai tempat memproduksi narkoba. Diperlukan jihad dari semua elemen masyarakat untuk memerangi narkoba," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

Hal tersebut ia sampaikan usai Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) Channel bersama Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari di kanal YouTube Bamsoet.

Terkait hal ini, Bamsoet menyoroti peredaran narkoba yang melibatkan warga binaan dan oknum sipir dalam lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan disinyalir melibatkan sindikat narkoba internasional.

"Beberapa kali aparat keamanan berhasil membongkar peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan. BNN harus terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah peredaran narkoba yang dikendalikan dari lembaga pemasyarakat. Bagi oknum sipir yang terlibat harus diberikan sanksi tegas, baik pemecatan dan proses pidana," tegasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga meminta BNN beserta aparat keamanan lain memetakan jalur-jalur 'tikus' yang biasa digunakan untuk menyelundupkan narkoba oleh sindikat internasional.

Adapun berdasarkan temuan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, beberapa wilayah perairan dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, hingga Lampung sering menjadi pintu masuk penyelundupan narkoba.

"Upaya memerangi penyelundupan narkoba tidak bisa hanya dilakukan BNN atau Polri saja. Diperlukan keterlibatan instansi lain untuk menutup jalur yang rawan penyelundupan narkoba. Saya meminta BNN, TNI AL, Polairud, dan Bea Cukai, untuk meningkatkan pengawasan pada rute-rute yang sering digunakan penyelundup narkoba. Termasuk mengantisipasi masuknya narkoba jenis baru," pungkasnya.

(prf/ega)