Perempuan di Toraja Utara Meninggal Tak Lama Setelah Pacarnya Berpulang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 11:31 WIB
Lonely girl sitting on the floor
Ilustrasi (Getty Images/D-Keine)
Toraja Utara -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Wanita bernama Mariana (24) di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas gantung diri. Mariana diduga mengalami depresi berat setelah kekasihnya, Yeheskiel, juga tewas gantung diri beberapa waktu lalu.

"Diduga korban gantung diri karena depresi akibat meninggalnya pacar korban pada 3 November 2020 dengan cara gantung diri," kata Kapolres Toraja Utara AKBP Yuhda Wirajati dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

AKBP Yudha mengatakan keterangan sejumlah saksi di lokasi mengungkapkan Mariana memang mengalami perubahan sikap sejak kekasihnya meninggal.

"Keterangan dari keluarga dan teman dekat korban bahwa sejak pacar korban meninggal dunia akibat gantung diri, di situlah korban sering terlihat menyendiri dan menjadi pendiam," tutur Yudha.

Hingga akhirnya Mariana ditemukan tewas tergantung di atap rumah di Kecamatan Sopai, Toraja Utara, Selasa (17/11). Terdapat luka jeratan pada leher korban.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban," sambung Yudha.

Adalah ayah korban, Yunus Kanna, yang pertama kali melihat putrinya dalam keadaan tergantung. Saat itu, posisi Yunus sedang berada di depan rumah.

"Saksi melihat korban telah tergantung pada balok atap rumah, kemudian saksi memanggil kakak korban untuk meminta pertolongan ke tetangga. Selanjutnya menghubungi personel Polsek Sopai," katanya.

Menurut AKBP Yudha, penyelidikan kepolisian atas insiden ini tak berlanjut lantaran orang tua korban menolak putrinya diautopsi.

(nvl/tor)