Peserta Mogok Makan SUTET Makin Memprihatinkan

Peserta Mogok Makan SUTET Makin Memprihatinkan

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 12:09 WIB
Jakarta - Kesehatan empat peserta mogok makan korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) semakin memburuk. Secara fisik mereka tampak lemah. Bibirnya terlihat mulai ada infeksi akibat luka jahitan.Keempat peserta aksi mogok makan tersebut adalah Suparman (56) asal Sumedang, Jajang (38) asal Tanjungsari Cianjur, Saudah (34) asal Ciseeng Bogor, dan Manisa (52) asal Bojong Gede. Dari keempat orang tersebut, kondisi paling parah dialami Jajang.Koordinator aksi Mustar Bona Ventura menjelaskan, secara medis para korban SUTET yang melakukan mogok makan dan aksi menjahit mulut ini harus dilarikan ke rumah sakit."Mereka seharusnya sudah berhenti mogok makan, karena kondisi tidak memungkinkan. Usus dan lambung luka, dehidrasi, dan infeksi bibir," kata Mustar Bona Ventura di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2006).Meski kondisi peserta mogok makan makin memprihatinkan, mereka mengaku tidak akan menghentikan aksinya sampai mereka mendapatkan haknya, yakitu ganti rugi tanah di sekitar rumah mereka. Namun jika pemerintah tidak menanggapi aksi mereka ini, mereka mengaku siap mati.Mustar beralasan, korban SUTET berhak atas ganti rugi dari pemerintah berdasarkan UU 15/1985 tentang Kelistrikan, pasal 12 menyatakan, masyarakat berhak mendapatkan ganti rugi.Polemik SUTET terjadi karena pemerintah berpegangan pada Permen No. 47/01/1992 dan Kepmentamben yang dikeluarkan pada 1975, yang isinya tentang ketenagalistrikan yang meniadakan ganti rugi.Sementara itu Abdul Madjid, suami Saudah, yang menemani istrinya mengatakan, kondisi istrinya semakin memprihatinkan. Bila aksi mogok makan ini mengancam keselamatan istrinya, ia akan memaksa istrinya untuk menghentikan aksi, berobat ke rumah sakit dan membawanya pulang ke rumah.Namun demikian, Abdul Madjid berharap aksi mogok makan terus berlangsung sampai mereka mendapat hak ganti rugi. Siang ini, korban SUTET akan menerima kunjungan kemanusiaan dari rombongan korban PHK PT DI dan Acil Bimbo. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads