KPK Serahkan 58 Bidang Tanah Barbuk Korupsi Eks Bupati Lamsel ke Pemkab

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 16:14 WIB
Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan menjalani pemeriksaan lanjutan. Ia diperiksa sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur di Lampung Selatan
Zainudin Hasan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menyerahkan sejumlah barang bukti (barbuk) rampasan negara terkait perkara korupsi mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel. Barbuk tersebut berupa 58 bidang tanah hingga 25 unit kendaraan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan penyerahan barang bukti dilakukan di kantor Bupati Lamsel, Kecamatan Kalianda, Lamsel, Selasa (17/11/2020). KPK diwakili oleh Mungki Hadipratikto selaku jaksa KPK.

"KPK telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 113 K/Pid.Sus/2020 tanggal 28 Januari 2020 atas nama terdakwa Zainudin Hasan yang pada pokoknya memerintahkan barang bukti dalam perkara TPPU dirampas untuk negara cq Pemerintah Daerah Lampung Selatan," kata Ali kepada wartawan.

Ali menyebut penyerahan dilakukan secara simbolis dan langsung ke Pemkab Lamsel melalui Pjs Bupati Lamsel Sulpakar. Penyerahan juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Lamsel Thamrin dan Jaksa KPK Josep Wisnu Sigit.

"Dalam proses penyelesaian perkara, KPK tidak hanya berupaya menghukum penjara terhadap para koruptor, namun juga adanya tuntutan perampasan aset hasil korupsi untuk pemasukan kas negara/daerah," katanya.

Berikut barang-barang yang diserahkan:

1. Dokumen sebanyak 29 berkas;
2. Uang sejumlah Rp 7,569 miliar dan telah disetorkan ke rekening kas umum daerah Kabupaten Lampung Selatan nomor rekening 383.00.09.00003.9 pada PT BPD Lampung cabang Kalianda pada hari Senin tanggal 16 November 2020;
3. Tanah sebanyak 58 bidang. Dengan nilai penaksiran Rp 19,098 miliar;
4. 1 bidang tanah dan bangunan (ruko) yang terletak di Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Dengan nilai penaksiran Rp 2,462 miliar;
5. Kendaraan 25 unit. Dengan nilai penaksiran Rp 5,787 miliar;
6. AMP dan perlengkapannya 22 unit. Dengan nilai penaksiran Rp 7,210 miliar;
7. Handphone sebanyak 9 buah. Dengan nilai penaksiran Rp 13,312 juta;
8. 1 buah jam tangan merek Richard Mille. Dengan nilai penaksiran Rp 3,575 juta;
9. 1 buah cincin. Dengan nilai penaksiran 13,745 juta.

(fas/zak)