KPK Periksa Wali Kota Dumai Tersangka Suap di Kasus Mafia Anggaran

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 12:36 WIB
Wali Kota Dumai Zulklifi Adnan Singkah usai diperiksa KPK, Jumat (4/10/2019)
Zulkifli Adnan Singkah (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) terkait kasus mafia anggaran. Status Zulkifli telah menjadi tersangka, tapi belum ditahan KPK.

"Hari ini Selasa (17/11/2020) KPK melakukan pemanggilan ZAS, Wali Kota Dumai periode 2016-2021, sebagai tersangka," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

Ali mengatakan saat ini Zulkifli telah hadir di KPK. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," ujar Ali.

Zulkifli ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Kasus pertama, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya untuk mengurus DAK pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kota Dumai. Sedangkan untuk perkara kedua, yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Zulkifli juga sudah dicegah bepergian ke luar negeri. Pencegahan dilakukan selama enam bulan hingga November 2019.

Zulkifli disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk perkara kedua, Zulkifli dijerat dengan Pasal 12 B atau Pasal 11 UU TIpokor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(fas/zak)