Ekspor Sektor Pertanian Oktober Tumbuh 23,8% YoY

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 23:15 WIB
Sebuah area di kawasan Sunter Agung, Jakarta, dimanfaatkan jadi lahan pertanian. Ada beragam tanaman yang ditanam di sana mulai dari sayuran hingga tanaman obat
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian pada Oktober 2020 mengalami pertumbuhan positif. Nilai ekspor Oktober yakni sebesar US$ 0,42 miliar atau tumbuh 1,26% (m to m) jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa pada Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto mengatakan kenaikan terjadi karena adanya dukungan mobilitas ekonomi di sejumlah negara yang juga terus membaik. Secara YoY pun, ekspor sektor pertanian tumbuh 23,80%.

Ia juga menyampaikan sejauh ini pangsa ekspor nonmigas terbesar Indonesia masih diduduki oleh 3 negara besar baik di Asia maupun di Amerika. Ketiganya adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang.

"Yang jelas, ekspor nonmigas kita menyumbang 95,03% dari total ekspor Januari-Oktober 2020, di mana 11,38% di antaranya berasal dari sektor pertanian," ujar Sutianto dalam keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis sektor pertanian tumbuh sebesar 2,15% (y on y). Pertumbuhan ini tak lepas dari kondisi harga komoditas pangan kelapa sawit dan kedelai di pasar internasional pada triwulan III yang naik secara (q to q) maupun (y on y).

Sutianto mengatakan BPS juga mencatat adanya surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 3,61 miliar (m to m) pada Oktober 2020. Realisasi tersebut lebih tinggi dari surplus US$ 2,44 miliar pada September 2020 dan surplus US$ 161 juta pada Oktober 2019.

Secara total, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 17,07 miliar pada Januari-Oktober 2020. Realisasi ini lebih baik dari defisit US$ 2,12 miliar pada Januari-Oktober 2019.

"Surplus ini meningkat cukup besar karena ada penurunan impor. Sedangkan penyumbang peningkatan ekspor terdapat pada lemak dan minyak hewan/nabati," tutupnya. (prf/ega)