ICW Minta Novel Baswedan Dilibatkan Buru Harun Masiku, KPK: Tak Masalah

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 22:18 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Gedung Baru KPK. Peresmian Gedung Baru KPK ini disebut sebagai semangat baru pemberantasan korupsi. Hadir pula Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara ini. Selain itu ada Mnteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Kapolri, Ketua MA, serta Jaksa Agung. Agung Pambudhy/detikcom.
Gedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar Novel Baswedan dilibatkan KPK dalam memburu buron Harun Masiku. KPK tak masalah dengan usulan tersebut.

"Mungkin rekan-rekan mengatakan timnya Pak Novel. Boleh nggak ada masalah," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/11/2020).

Karyoto mengatakan memburu DPO merupakan kewajiban pihaknya. Sepanjang Harun Masiku masih hidup, KPK akan terus memburunya hingga ditemukan.

"Beban pencarian DPO itu pertama adalah satgas yang sedang nangani. Namun demikian tidak menutup kemungkinan kami akan perintahkan satgas-satgas lain yang sekarang frekuensi kegiatannya tidak sedang fokus. Kalau tidak sedang fokus pasti dia akan tersentuh," ujar Karyoto.

Terkait satgas pemburu Harun Masiku, Karyoto menyebut terus melakukan evaluasi. Menurutnya, evaluasi itu dilakukan setiap kali tim satgas mendapat informasi lalu melakukan pencarian.

"Artinya dievaluasi itu akan dilihat, misalnya di minggu pertama kemarin dapat info di mana-di mana. Apakah sudah didatangi, bagaimana dengan sumber-sumber informasi apakah bener atau sekadar semacam penyesatan," katanya.

"Ditanya kemudian ada diskusi apakah ada tempat-tempat lain yang memungkinkan didatangi oleh yang bersangkutan itu selalu kita diskusikan. Jadi tidak berarti kemudian itu dibubarkan," sambungnya.

Seperti diketahui, Harun Masiku masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 27 Januari 2020. Hingga kini, jejak tersangka suap itu tak terlacak.

Harun Masiku merupakan tersangka dalam kasus suap PAW DPR yang hingga kini belum tertangkap. Padahal, tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.

(fas/knv)