Tim Polresta Mataram Evakuasi Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang

Inkana Putri - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 21:09 WIB
Pohon Tumbang di Kota Mataram
Foto: dok. Polda NTB
Jakarta -

Angin kencang dan puting beliung yang disertai hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon bertumbangan di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Adapun daerah tersebut meliputi Simpang Empat Taman Sari, Jalan Sriwijaya, Jalan Bung Karno Lingkungan Gulinten Kelurahan Pagutan, Jalan Sultan Hasanudin Ampenan, Batu Rujung, Jalan Guru Bangkol Pagesangan, dan Petemon, Pagutan, Pesongoran dan Gebang Baru.

Terkait peristiwa yang terjadi Minggu (15/11), Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menyampaikan Kepolisian, TNI, dan pihak terkait langsung melakukan evakuasi. Pihaknya juga menurunkan peralatan untuk mempercepat evakuasi, salah satunya alat pemotong (senso) untuk memotong dahan dan ranting pohon yang tumbang.

"Untuk penanganan pohon tumbang sudah ditangani oleh kepolisian, TNI, BPBD, Dinas Perkim dan masyarakat," ungkap Guntur dalam keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Guntur menjelaskan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang sehingga menutupi jalan raya. Bahkan, ada juga pohon yang menimpa kabel listrik. Namun, Kepolisian dan pihak terkait langsung bergerak untuk mengevakuasi.

"Kita cepat melakukan evakuasi untuk membersihkan pohon. Itu agar segera bisa digunakan pengendara jalan," paparnya.

Lebih lanjut Guntur menyebut pohon yang tumbang juga menimpa beberapa kendaraan yang melintas. Tercatat ada dua mobil yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Sriwijaya, yakni Avanza berwarna putih dan Toyota Yaris. Untungnya, musibah tersebut tidak memakan korban jiwa.

Dalam evakuasi tersebut, Kapolresta juga mengunjungi dan mengecek kondisi rumah warga yang tersapu angin puting beliung di Pagutan. Dalam hal ini, Guntur memerintahkan jajarannya untuk membantu masyarakat, serta mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dengan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan ini.

"Tetap berhati-hati dan waspada. Kalau tidak terlalu penting jangan dulu keluar rumah," pungkasnya.

(prf/ega)