Alvin Lie: Tak Ada Recall di FPAN

Alvin Lie: Tak Ada Recall di FPAN

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 09:22 WIB
Jakarta - Sebab memilih opsi hak angket pada sidang paripurna DPR, 9 anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) terancam di-recall. Namun kabar ini menuai bantahan. "Bukan recall. Saya koreksi," tegas Alvin Lie saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (25/1/2006).Alvin mengaku, adanya instruksi DPP PAN untuk pengambilan keputusan dengan skenario berjenjang pada saat penentuan opsi hak angket atau hak interpelasi. Namun tetap diberikan kebebasan, jika ada pribadi yang berbeda pendapat."Kemarin itu terserah kalau ada pribadi yang berbeda pendapat. Ada mekanisme penegakan disiplin, tapi saya nggak tahu itu apa," katanya.Alvin menilai apa yang dilakukannya dalam sidang paripurna, Selasa (24/1) kemarin semata-mata berdasarkan konsistensi sikap fraksi untuk menggolkan penggunaan hak angket. "Dulu kan sudah dikonsultasikan ke fraksi. Kita juga sudah dukung angket ini dipercepat. Agak aneh saja jika tiba-tiba kita mendukung interpelasi," tandas dia.Seandainya, DPP PAN benar-benar memberikan sangsi kepada Alvin dan 8 orang anggota FPAN lain mendukung hak angket, Alvin menyatakan akan memberikan pembelaan atas keputusannya tersebut. "Yang kami lakukan tidak menyimpang. Kalau ada sangsi kan ada hak untuk membela diri," tambah dia.Sementara, anggota FPAN yang terbawa isu terancam recall, Patrialis Akbar mengaku tidak khawatir atas kabar yang beredar tersebut. "Saya kira, PAN itu ada demokrasi. Tidak ada kekhawatiran itu," ujar Patrialis. Dia menilai apa yang dilakukannya tidak merugikan partai. Namun justru, ia telah mengangkat nama baik partai. "Kalau di-recall itu kembali ke jaman dulu. Soetrisno (Ketua PAN-red) itu demokratis. Tidak ada tekanan kepada kami," ungkap dia. Adapun kesembilan orang anggota FPAN yang mendukung penggunaan hak angket pada saat Rapat Paripurna DPR kemarin yaitu Drajat H Wibowo, AM Fatwa, Alvin Lie, Patrialis Akbar, Tubagus Rizon, Latifah Iskandar, Hilman, Cecep Rukmana dan Tris Tanti.Saat itu,sekitar 70 persen anggota yang datang mendukung penggunaan hak angket. Namun Ketum PAN, Soetrisno Bachir meminta fraksinya mendukung hak interpelasi. Menurutnya, Presiden SBY telah banyak membantu, sehingga menjadi giliran PAN membantu. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads