Cerita Masalah Agraria di Sumut, Gubsu Contohkan Urusan Tanah Pribadinya

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 15:54 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di acara BPN (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi di acara BPN (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bercerita soal besarnya masalah agraria yang terjadi di Sumut. Edy mencontohkan masalah agraria ini dengan urusan tanah pribadinya.

"Jangan kan urusan yang bapak-bapak urus, yang tanahnya Pemprov, tanah saya pribadi pun itu kalau tidak cepat dikasih tanda, itu bisa jadi persoalan. Inilah Sumatera Utara," kata Edy di Hotel Adi Mulia, Medan, Senin (16/11/2020).

Edy menyampaikan hal ini saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut. Turut hadir pada kegiatan ini Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah, Wakajati Sumut Jacob Hendrik Pattipeilohy dan Kepala BPN Sumut Dadang Suhendi.

Di hadapan peserta Rakerwil, Edy kemudian bercerita banyaknya masalah agraria di Sumut. Dia menyampaikan permintaan maaf karena Sumut menjadi salah satu wilayah penyumbang persoalan agraria terbanyak di Indonesia.

"Saudara-saudara saya, saya minta maaf pak Sekjen, saya selaku Gubernur Sumatera Utara, salah satu penyumbang persoalan tentang agraria di Indonesia ini, besar sekali persoalan agraria," ucap Edy.

Edy pun mengapresiasi BPN yang membantu menyelesaikan persoalan tanah di Sumut satu persatu. Edy mengatakan persoalan tanah akhirnya selesai meski berjalan alot.

"Saya apresiasi, benar-benar apresiasi, karena Pak Dadang, seluruh krunya ikut menyelesaikan urusan pertanahan. Bukan tanggung-tanggung, 5.800 hektare dan nanti bertambah lagi yang harus kita selesaikan, terkhusus kemarin Sport Center yang saat ini juga dalam penyelesaian penindakan, yang begitu alotnya," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2