GP Ansor Sindir Paradoks Keturunan Nabi Bicara Lonte di Acara Maulid

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 11:21 WIB
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Foto: Yaqut Cholil Qumas (Sugeng Harianto/detikcom)

Awal mula kasus tersebut, Nikita Mirzani menyoroti soal ramainya orang yang menjemput kepulangan Rizieq. Ia pun mengatakan nama habib adalah tukang obat.

"Gara-gara Habib Rizieq pulang sekarang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah, nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue," kata Nikita di Instagram Stories kala itu.

Nikita dinilai telah menghina Habib Rizieq dan makna 'habib' atas pernyataan tersebut. Nikita diminta menyampaikan permintaan maaf. Bila tidak, pendukung Habib Rizieq, yakni Habib Alwi, akan melaporkan kasus Nikita Mirzani vs Habib Rizieq Syihab tersebut ke pihak berwajib.

"Apabila statement yang telah Anda sampaikan dalam waktu 1X24 jam Anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Alwi akan membuat LP (laporan polisi) untuk Anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap Anda. Camkan ucapan saya baik-baik," kata Habib Alwi.

Respons atas pernyataan Nikita juga datang dari Maaher. Maaher mengaku akan mendatangkan 800 orang ke rumah Nikita Mirzani dan menuntut permintaan maaf. Dia menilai pernyataan Nikita merendahkan Rizieq.

"Kepadamu l**** oplosan, penjual s*********** saya imbau 1X24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka, saya Maaher At-Thuwailibi secara terbuka bersama 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu. Saya serius, saya tidak main-main, kita lihat apa yang terjadi. Darah kami kucurkan untuk membela kehormatan cucu Rasulullah SAW," kata Maaher.

Halaman

(aik/tor)