Round-Up

Wanti-wanti Panglima TNI soal Provokasi dan Habib Rizieq yang Teriak 'Kurang Ajar'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 10:04 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bicara soal provokasi berbungkus isu identitas yang bisa mengancam persatuan. Pesan Hadi muncul setelah ada peristiwa prajurit TNI yang mendukung Habib Rizeq.

Seiring dengan kepulangan Imam Besar FPI itu ke Indonesia pada 10 November pekan lalu, muncul video viral prajurit yang menunjukkan simpatinya kepada Rizieq. Ada dua kasus yang muncul.

Pertama, kasus Kopda Asyari dari TNI AD. Dalam video viral 17 detik, dia duduk di belakang truk, merekam video, dan menyampaikan bahwa dia bersama Rizieq.

"On the way bandara, persiapan pengamanan imam besar Habib Rizieq Syihab. Kami bersamamu, imam besar Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahuakbar!"

Akibat perbuatannya, Kopda Asyari mendapat sanksi administrasi dan ditahan 14 hari.

Kedua, kasus Serka BDS yang diperiksa POM TNI AU gara-gara menyanyikan lagu penyambutan untuk Rizieq. Terekam dalam video 24 detik, dia mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) TNI dengan topi biru khas TNI AU. Dia bernyanyi lagu keagamaan dan memodifikasi liriknya dengan kalimat penyambutan terhadap kepulangan Rizieq.

"Marhaban pemimpin FPI, Allah... Allah.... Disambut prajurit TNI, Allah... Allah.... Marhaban ahlan wa sahlan, marhaban Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahu Akbar!" demikian syair lagu yang dinyanyikan Serka BDS. Di akhir videonya, Serka BDS berpose salam komando.

Sabtu (14/11) kemarin, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Fajar Adriyanto menyatakan Serka BDS akan ditahan dan dikenai sanksi serta pembinaan dan peringatan dari komandannya.

Tonton video 'Bagikan Masker di Acara Habib Rizieq, Satgas COVID-19 Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, Rizieq bicara 'kurang ajar':

Selanjutnya
Halaman
1 2