GP Ansor Kritik Kerumunan Massa HRS: Peraturan Jangan Pandang Bulu

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 06:09 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Foto: Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Andhika-detikcom)
Jakarta -

GP Ansor menilai penegakan protokol kesehatan penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah belum maksimal. Menurutnya, penegakan protokol kesehatan seharusnya berlaku untuk semua kalangan tanpa terkecuali.

"Seharusnya peraturan tidak pandang bulu. Semua warga negara sama kedudukannya," kata Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat dihubungi, Minggu (15/11/2020).

Yaqut kemudian menyoroti soal kerumunan massa namun tidak dibubarkan malah disumbang masker hingga hand sanitizer, sedangkan pelanggar lain malah diberi sanksi. Ia menilai hal itu menunjukkan pemerintah tidak memiliki standar yang jelas terkait protokol COVID.

"Pemerintah seakan tidak memiliki standar yang jelas atas protokol COVID. Ini ada yang bikin kerumunan disumbang masker, hand sanitizer, sementara ada pelanggar protokol yang lain, disuruh push up, sapu jalan hingga dikenakan denda. Payah," ujarnya.

Yaqut kemudian menyinggung acara Maulid Nabi Habib Rizieq yang justru menimbulkan kerumunan di tengah masa pandemi. Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi seharusnya menjadi pengingat teladan Nabi Muhammad SAW, salah satunya peduli dengan kesehatan umat.

"Nabi tidak pernah mengajarkan untuk tidak peduli kepada umatnya. Di masa pandemi ini, maulid yang sejatinya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad berikut mengingat kembali teladan-teladannya, tetapi dilakukan dengan tidak memperdulikan kesehatan jemaahnya, tentu ini sebuah paradoks," tuturnya.

Tonton video 'Satgas: 7.000 Orang Kumpul di Acara Petamburan, Sebagian Tak Bermasker':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman berikutnya soal sorotan tajam dari Muhammadiyah soal penegakan protokol kesehatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2