Petani Miskin Sukses Jadi Bos Properti, Kini Calon Bupati Jember

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 09:35 WIB
Calon Bupati Jember
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Memiliki dan mengendalikan beragam jenis bisnis bukan cita-cita Abdus Salam Alamsyah pada awalnya. Namun nasib berkata lain. Saat ini, dirinya justru tercatat sebagai pemilik PT. Kinansyah Group, salah satu bisnis yang bergerak di bidang properti dan rental alat berat, juga jasa transportasi dengan jumlah karyawan yang tidak sedikit. Sebelumnya ia seorang petani. Malahan kini ia mendaftarkan diri menjadi Calon Bupati Jember.

Pria kelahiran Jember, 10 Mei 1983 itu merupakan anak kedua dan anak laki-laki satu-satunya di antara tiga saudara dari keluarga buruh tani pasangan Abdul Fatah dan Saidah. Pria yang akrab disapa Cak Salam itu lahir di kondisi ekonomi keluarga yang bisa dibilang pas-pasan. Sejak kelas empat sekolah dasar (SD) ia menjajal berbagai pekerjaan. Salah satunya buruh tani.

"Macam-macam kerjaan buruh tani saya terima. Salah satunya, dulu juga sempat jadi tukang siram tembakau milik orang. Diupah seadanya," ujar suami Sri Indrayani itu dalam keterangan tertulis, Minggu (15/11/2020).

Kondisi perekonomian keluarga itu juga membuatnya terbiasa menahan lapar, lantaran tak ada yang bisa dimakan. Pekerjaan ayah dan ibu nya sebagai buruh serabutan, membuat penghasilan keduanya tak menentu. Terkadang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu Cak Salam harus berutang terlebih dahulu ke tetangga sekitar.

"Saya pernah mau makan, sama ibu disuruh cari kayu dulu. Karena ibu bilangnya mau masak ternyata ibu itu tidak masak tapi cari utangan untuk beli beras. Itu saya ingat betul sampai sekarang," kenang Cak Salam.

Meski hidup dalam kondisi kekurangan, Cak Salam tak mengabaikan pendidikan. Pascalulus dari SMU Sultan Agung Kecamatan Puger-Jember, ia melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas dengan biaya sendiri. Sejak duduk di bangku SMA, ayah Cak Salam kerap sakit-sakitan. Sehingga, ia merelakan diri untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Cak Salam kecil tidak pernah berpikir akan memiliki bisnis properti sebesar saat ini, apalagi mencalonkan diri sebagai calon bupati. Cita-cita saat itu, ucap Cak Salam, sangat sederhana. Yakni hanya ingin hidup layak dan bisa makan enak.

Ia pun dengan sabar menjadi buruh tani sambil mengurus ternak sapi dan kambing. Pekerjaan itu ia lakoni hingga dirinya bisa menyelesaikan kuliah pada 2008. Setelah lulus, Cak Salam mencoba meniti karier bisnisnya dengan membuka warung internet dan sewa PlayStasion (PS). Namun, ilmu marketingnya justru tertempa saat dirinya mulai menjual gamping atau kapur.

"Saya sempat buka warnet buka rental PS, sama jual gamping keliling ke perumahan-perumahan," ucapnya.

Ia sempat jatuh bangun dalam membangun usahanya itu. Barulah pada 2011 dirinya mencoba peruntungan dengan memulai bisnis properti.

Pada mulanya, bisnis tersebut dibangun dengan prinsip perumahan untuk ekonomi menengah. Cak Salam menyediakan hunian harga terjangkau dan bersubsidi. Dari situlah jalan kesuksesan mulai ia gapai.

Setelah mulai sukses, hal pertama yang ia lakukan adalah mulai memberangkatkan umrah karyawannya. Inisiatif tersebut munul atas dasar pengalaman pribadinya yang lama menjalani hidup di tingkat ekonomi bawah. Saat rezekinya bertambah, ia berusaha untuk membantu orang-orang sekitarnya.

Ia juga pernah mendapat penghargaan antara lain Developer Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbaik kedua tingkat Jawa timur pada 2017. Kemudian Developer FLPP Terbanyak di Jember (2018). Terakhir penghargaan sebagai developer terbaik tingkat Jawa Timur dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 2019.

Dengan mencalonkan menjadi bupati, pengurus organisasi Real Estate Indonesia (REI) itu menargetkan kesejahteraan khususnya Kabupaten Jember secara merata, yaitu memberikan kesejahteraan ekonomi kepada seluruh masyarakat Jember. Dirinya mengaku, tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya. Oleh karena itulah, kesejahteraan ekonomi yang merata menjadi prioritasnya.

Menurut Cak Salam kesejahteraan ekonomi bukan hal yang sulit untuk direalisasikan apabila dikerjakan secara bersama-sama. Pembina Global Entrepreneur Profesional (GENPRO) itu melihat potensi yang ada di Jember sangat banyak, hanya butuh sedikit sentuhan dengan melibatkan semua pihak. Dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Maka potensi-potensi itu, dapat meningkatkan derajat ekonomi masyarakat

(prf/ega)