Ungkapan Syukur Nelayan Kampar Nikmati Program Konversi BBM ke BBG

Abu Ubaidillah - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 22:10 WIB
Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyalurkan paket konverter kit (konkit) ke 667 nelayan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Program konversi BBM ke BBG (bahan bakar gas) hemat energi ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan nelayan.

"Alhamdulillah ada bantuan ini. Kami masyarakat nelayan sangat terbantu. Nanti uang dari penghematannya untuk biaya sekolah anak," ungkap salah satu nelayan Kampar, Supriyadi (41) dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/11/2020).

Nelayan Kampar lainnya, Jon Hendri (41) juga berharap pembagian konkit LPG 3 kg ini bermanfaat bagi perekonomian keluarganya. Sebelumnya ia harus mengeluarkan biaya bahan bakar Rp 30.000 untuk membeli 3 liter BBM atau Rp 120.000 untuk 4 hari melaut. Sedangkan dengan menggunakan LPG 3 kg, hanya butuh 1 tabung seharga Rp 25 ribu.

"Hematnya banyak. Saya mau tabung selisihnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya sekolah anak," kata Jon.

Ia menceritakan telah menanti selama 2 tahun terakhir untuk mendapatkan paket bantuan tersebut dan ia senang akhirnya menerima paket bantuan dari pemerintah ini. Jon juga bercerita harapannya untuk mendapatkan paket bantuan dari pemerintah muncul saat didatangi petugas dari desa. Kala itu dia disurvei dan diminta menyerahkan persyaratan untuk mendapatkan paket perdana dan menurutnya syaratnya tidak susah.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas yang diwakili Kepala Seksi Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Sugiarto berkata pada tahun 2020 Pemerintah membagikan 25 ribu paket perdana konversi untuk nelayan dan rencananya tahun depan meningkat jadi 28.000.

Untuk itu ia mempersilahkan Pemda menyampaikan usulan nelayan yang akan menerima paket perdana. Ia juga meminta nelayan penerima paket perdana ini bisa memanfaatkan bantuan dengan baik.

"Mohon ke nelayan penerima agar dirawat, dijaga karena ini barang bantuan Pemerintah yang manfaatnya besar sekali untuk menghemat biaya melaut," kata Sugiarto.

Sebagai informasi, 406 nelayan Kampar juga mendapatkan bantuan serupa pada tahun 2018. Konversi BBM ke LPG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi.

LPG dipilih sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah didapat. Selain itu LPG juga bisa menghemat pengeluaran bahan bakar mesin untuk melaut.

Kriteria penerima paket perdana konversi untuk nelayan adalah pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki Kartu KuSUKA.

(akn/ega)