Pantang Menyerah, FPKS Ikut Bentuk Tim Investigasi Beras
Rabu, 25 Jan 2006 06:12 WIB
Jakarta -
Pantang menyerah dengan kegagalan menggolkan hak angket atas rencana impor beras pemerintah, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) akan segera membentuk tim investigasi guna menyelidiki lebih lanjut soal impor beras tersebut. Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDIP) pun berniat serupa."Kita akan mencoba melakukan kajian yang lebih dalam lagi, karena itu PKS akan mencoba mengambil langkah-langkah lebih lanjut dengan membentuk tim investigasi," ujar anggota FPKS, Tamsil Linrung saat dihubungi detikcommelalui telepon, Rabu (25/1/2006).Tamsil mencontohkan, penyelidikan yang akan dilakukan nantinya, terkait simpang siur soal data yang seolah-olah selalu dipaksakan. Data ini seakan memunculkan angka untuk menjustifikasi perlunya melakukan impor."Misal, terakhir dengan menyebut defisit 25 ribu ton. Sementara, di sisi lain ada susut itu yang ditetapkan berdasar asumsi 5 %. Kenapa harus 5%, tidak 1% atau 2 %. Kalau asumsi 5% berarti 1,6 juta ton dari 32 juta ton. Itu bukan angka yang sedikit," jelasnya. Tamsil menilai, adanya permainan data yang terlalu dipaksakan untuk melegitimasi perlunya dilakukan impor. "Karena itu, kita tetap menolak impor beras," tambahnya.Sebelumnya, FPDIP yang juga kecewa dengan hasil voting menolak penggunaan hak angket dan hak interpelasi impor beras akan membentuk tim investigasi. Tim ini akan mengajak HKTI dan mahasiswa sebagai pendukung. Pembentukan tim ini diklaim sebagai konsistensi FPDIP terhadap keputusan awalnya, memilih menggunakan hak angket daripada hak interpelasi.
(wiq/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































