Badan Metropolitan Untuk Percepat Bandara Kuala Namu Sumut

Badan Metropolitan Untuk Percepat Bandara Kuala Namu Sumut

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 03:53 WIB
Medan - Pembangunan bandara Kuala Namu sebagai pengganti bandara Polonia Medan, dan pembangunan sejumlah ruas jalan tol di Sumatera Utara (Sumut), Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang (Mebidang) diurusi oleh Badan Metropolitan Mebidang Area (MMA). Badan ini dibentuk supaya pembangunan bisa dipercepat. "Dari pencapaian program Metropolitan Medan Urban Development Project (MMUDP) 31 Desember lalu, perlu ditempuh terobosan baru dalam membangun di kawasan Mebidang," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, RE Nainggolan pada acara Workshop Bantek Kerjasama Antar Kota di Perkotaan Metropolitan Mebidang, di Emerald Ganden, Jl. Yos Sudarso Medan, Selasa (24/1/2006). Dengan terbentuknya Badan MMA ini, harapannya akan mempercepat realisasi pembangunan Bandara Kuala Namu dan pembangunan jalan tol Medan-Binjai dan Tanjungmorawa-Tebingtinggi yang sangat dibutuhkan. Sejak 1998, telah dilaksanakan program MMUDP di kawasan Mebidang dengan total dana keseluruhan US$ 138 juta berasal, yakni dari ADB Loan senilai US$ 82,8 juta dan dana dari pemerintah sebesar US$ 55,2 juta. Sementara itu, realisasi keuangan sampai dengan Oktober 2005 mencapai sebesar 67,95 persen. Beberapa hasil yang telah dicapai pada pembangunan di enam sektor program MMUDP sejak April 1998 hingga Oktober 2005, yakni sektor jalan kota dari 82,54 kilometer (km) yang diprogramkan, telah terbangun sepanjang 64,22 km, atau sekitar 77 persen. Di sektor pengendalian banjir, dari 33,02 km yang diprogramkan, telah terbangun sepanjang 23,07 km, atau sekitar 70 persen. Di sektor drainase, dari 172,01 km yang diprogramkan, telah dapat dibangun hingga 203,5 km, atau sekitar 118 persen. Di sektor persampahan, dari Rp 8,2 miliar yang diprogramkan, terealisasi Rp 1,12 miliar atau sekitar kurang (sekitar 13,6 persen). Pada sektor air limbah atau sanitasi, dari Rp 2,32 miliar yang diprogramkan, terealisasi Rp 1,59 miliar atau sekitar 68,7 persen. Sementara sektor air bersih, dari Rp 160,58 miliar yang diprogramkan, terealisasi Rp 95,74 miliar, atau sekitar 59,73 persen. (wiq/)


Berita Terkait