Target Devisa TKI Capai US$ 4 Miliar Tahun 2006

Target Devisa TKI Capai US$ 4 Miliar Tahun 2006

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 01:20 WIB
Jakarta - Devisa dari tenaga kerja Indonesia (TKI) tahun ini ditargetkan mencapai US$ 3,5-4 miliar. Karenanya, pemerintah akan menambah 9 negara tujuan dan meningkatkan jumlah TKI. "Kalau 2005 dengan 16 negara tujuan, devisanya mencapai US$ 2,9 miliar," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno usai peluncuran kredit untuk TKI dari Bank Mandiri dan BRI di kantornya, Jl. TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2006). Erman mengatakan, dalam periode 2006-2009 pemerintah berharap bisa meningkatkan jumlah TKI sebanyak 1 juta setiap tahunnya. Menurutnya, jumlah TKI saat ini jauh lebih kecil dibandingkan tenaga kerja asal Filipina, sebanyak 8 juta orang. Sampai akhir tahun 2005 jumlah TKI Indonesia mencapai 2,1 juta orang. Dari jumlah tersebut 75 persennya merupakan TKI dari sektor informal. Kredit TKI Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Mikro dan Ritel BRI Ventje Rahardjo mengatakan, pihaknya siap mengucurkan dana dengan totak Rp 8 triliun kepada TKI. Setiap TKI akan kebagian jatah kredit sebesar Rp 8 juta dengan tingkat bunga 16 persen per tahun. "Kalau skemanya berjalan baik kami siap mengucurkan dana sampai satu juta orang," ujar Ventje. Dia mengatakan dana tersebut tidak akan diberikan kepada TKI, tapi disalurkan melalui Perusahaan Jasa Penyedia TKI (PJTKI). Namun sebelumnya BRI akan memastikan pemberi kerja merupakan perusahaan yang terpercaya. "Jaminannya kita yakin employer disana merupakan perusahaan bonafit yang kita yakin akan bayar TKI kita. Dan pembayarannya lewat sistem perbankan yang akhirnya dibayarkan kepada BRI," jelas Ventje. Hal serupa juga dikatakan Direktur Small Bussiness & Mikro Banking Bank Mandiri Sasmita. Namun ke depannya, jaminan atas kredit akan dibebankan kepada TKI itu sendiri. Saat ini Bank Mandiri juga telah memberikan kredit kepada 50 TKI yang akan berangkat ke Taiwan. Untuk tahun ini Bank Mandiri siap menggelontorkan Rp 200 miliar untuk kredit TKI. Setiap TKI akan mendapat Rp 15 juta dengan bunga komersil 19 persen. "Angka Rp 15 juta itu mungkin berubah kalau kursnya berubah," tambah Sasmita. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads