Keluarga Korban Tower TV7 Mengaku Pasrah

Keluarga Korban Tower TV7 Mengaku Pasrah

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2006 00:00 WIB
Jakarta - Tak dapat berbuat apa-apa lagi. Keluarga korban robohnya tower TV 7 mengaku pasrah atas musibah yang mengakibatkan meninggalnya anggota keluarga mereka."Kita anggap sebagai ujian, takdir. Karena kalau kita ratapi, tuntut supaya hidup kembali kan nggak mungkin," kata Syafei (38), ayah dari Ridsam Danuari (8) kepada detikcom, di rumah orang tuanya di Jl. Sasak I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (24/1/2006).Sikap pasrah dan 'nrimo' juga dilakukan oleh pihak keluarga Jimmy (40) dan Soniyah (45), pasangan suami-istri yang meninggal dalam musibah robohnya tower TV7 tersebut, karena pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa atas musibah yang sudah terjadi ini. "Saya ya nggak apa-apa. Namanya musibah mau diapain lagi. Saya terima apa adanya," kata saudara sepupu Soniyah yang bernama Muhammad (40) saat ditemui di kediamannya, Jl. Sawo, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.TV7 Diharap Berikan BantuanAtas musibah yang menimpa saudaranya itu, Muhammad berharap pihak TV7 bertanggungjawab secara materi, terutama untuk membiayai sekolah putra dari pasangan Jimmy-Soniyah, Syarif Maulana (17) yang saat ini masih menjadi pelajar sekolah menengah atas."Saya harap TV7 bisa sekolahin Syarif sampai kuliah. Juga apa segalanya harus dari TV7, dari penguburan, selamatan hari ketiga, hari ketujuh, sampai seratus harinya. Juga untuk pengajiannya," harap Muhammad.Atas permintaan tersebut, Muhammad mengaku pihak TV7 sudah datang dan menyatakan siap bertanggungjawab atas musibah tersebut. Sementara Ayah Danu, Syafei menyatakan dirinya belum siap membicarakan banyak hal terkait musibah yang menimpa dirinya ini, meskipun pihak TV7 sudah datang menemuinya."Untuk sementara ini saya belum mau untuk membicarakan masalah ini karena emosi saya masih tinggi jadi gak mungkin membicarakan masalah ini," keluhnya. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads