Meningitis yang Kenai 2 Jamaah Haji dari Strain Pneumococcus

Meningitis yang Kenai 2 Jamaah Haji dari Strain Pneumococcus

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2006 20:12 WIB
Madinah - Dua jamaah haji Indonesia, masing-masing dari kloter 39 SOC dan 40 SOC, diduga terkena penyakit meningitis. Lantas, apakah vaksinasi meningitis yang dilakukan di tanah air tidak berguna? Bukan begitu. Sebab, meningitis yang diduga menyerang dua jamaah ini berasal dari strain berbeda. Penyakit meningitis ini memang banyak strainnya. Meningitis yang diduga mengenai dua jamaah haji Indonesia itu berasal dari strain Pneumococcus. Sementara, vaksinasi meningitis yang dilakukan tim medis di Indonesia sebelum keberangkatan ke Arab Saudi untuk mencegah meningitis dari strain Meningococcus. "Vaksinasi meningitis yang telah dilakukan untuk mencegah meningitis dari strain Meningococcus. Ini sesuai dengan rekomendasi WHO. Tapi, yang mengenai dua jamaah haji ini berasal dari strain Pneumococcus," ungkap Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Bidang Pelayanan Kesehatan, Dr H Anasrul S Rahman, Senin (24/1/2006). Meningitis strain Pneumococcus ini akan menyerang terlebih dahulu paru-paru. Menurut Anasrul, penyakit meningitis strain ini lebih mudah diobati dibanding meningitis Meningococcus. "Jadi, mudah-mudahan dua pasien ini bisa sembuh," kata dia. Penyakit meningitis ini sangat mudah menular lewat pernafasan (udara). Orang yang terkena penyakit ini memiliki gejala panas, kejang, dan kaku kuduk. Masa inkubasi bakteri ini selama 3-10 hari. Karena itu, untuk mencegah agar jamaah haji lain di kloter 39 SOC dan 40 SOC tidak tertular penyakit yang sama, Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) dan Tim Medis Daker Madinah telah memberi mereka antibiotik Cyprofloxacin 500 miligram. Mereka akan juga dipantau terus hingga di tanah air. Menurut Anasrul, memang hingga saat ini belum ada kepastian bahwa dua jamaah haji itu positif terkena meningitis. Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium RS King Fahd. Hingga kini, kedua orang itu diduga terkena meningitis berdasarkan gejala klinisnya saja. Semoga saja hasilnya negatif. Sebab, sebelumnya pada gelombang I, ada jamaah dari dua kloter dari Jakarta yang juga sempat diduga terkena meningitis. Namun, ternyata hasil laboratoriumnya negatif. "Tapi, meski belum ada kepastian, kita tetap melakukan pencegahan seperti ini," ungkap Anasrul. Sementara Kepala Seksi Sansur Tri Hernowo SKM, MKES menyatakan, dengan kejadian ini Tim Sansur fokus untuk mencegah penularan penyakit ini. "Tim Sansur turun semua dengan dibantu tim Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) menangani hal ini," kata Tri. Menurut Tri, semua jamaah haji yang berada satu kloter dengan dua pasien itu terus diawasi. Pengawasan paling utama adalah jamaah yang pernah kontak langsung dengan pasien, seperti suami atau istrinya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads