2 Orang Diduga Kena Meningitis, Jamaah 2 Kloter Diberi Antibiotik

2 Orang Diduga Kena Meningitis, Jamaah 2 Kloter Diberi Antibiotik

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2006 19:41 WIB
Madinah - Saat ini ada dua anggota jamaah haji Indonesia yang diduga terkena penyakit meningitis. Dua jamaah ini sudah diisolasi dan dirawat di RS King Fahd, Madinah. Sebagai pencegahan penularan, semua jamaah haji dua kloter diberi antibiotik. Dua jamaah haji yang diduga terkena meningitis itu, seorang berasal dari kloter 39 SOC dan seorang lagi berasal dari kloter 40 SOC. Namun, identitas dua jamaah haji itu dirahasiakan. Kedua jamaah itu diketahui diduga terjangkit meningitis pada hari ini, Selasa (24/1/2006), setelah ada laporan dari tim medis RS King Fahd. "Hingga saat ini masih dugaan, karena hanya berdasarkan gejala klinis. Kita masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikannya," kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Bidang Pelayanan Kesehatan Madinah, Dr H Anasrul S Rahman di Kantor Daker Madinah, Jl. Airport, Madinah, Selasa (24/1/2006).Karena meningitis ini penyakit menular, Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) dan Tim Medis Daker Madinah langsung melindungi para jamaah haji yang berada dalam satu kloter dengan dua pasien tersebut. Semua jamaah haji kloter 39 SOC dan 40 SOC tanpa terkecuali diberikan antibiotik Cyprofloxacin 500 miligram. "Antibiotik ini salah satu yang bisa mencegah penularan meningitis. Semua jamaah haji kloter ini harus meminum antibiotik ini. Akan kita awasi, agar tidak ada satu pun jamaah dari dua kloter itu yang tidak meminumnya," kata Anasrul. Setiap jamaah cukup meminum 1 tablet. Pemberian antibiotik ini dilakukan Tim Sansur di penginapan jamaah dua kloter ini, Selasa (24/1/2006) sekitar pukul 14.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebelumnya, ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu telah diminta mengumpulkan semua jamaahnya seusai salat duhur.Perlindungan dan pengawasan terhadap para jamaah 2 kloter ini tidak hanya dilakukan selama mereka di Arab Saudi. Saat tiba di tanah air, setiap jamaah 2 kloter ini akan diperiksa kembali oleh tim medis di derbarkasi. "Akan diambil sampel dari kerongkongan mereka untuk diperiksa di laboratorium," kata Anasrul. Prinsipnya, menurut Anasrul, jangan sampai ada penularan meningitis di tanah air. "Jadi, kita upayakan bakteri meningitis ini diputus di sini, agar tidak sampai ke tanah air," tutur Anasrul. (asy/)


Berita Terkait