Round-Up

Bertambah Lagi Tersangka di Kasus Kebakaran Markas Jaksa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 05:49 WIB
Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung Semakin Membesar
Foto: Kebakaran Gedung Utama Kejagung (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Total kini ada 11 tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Tiga tersangka di antaranya baru ditetapkan kemarin.

"Ada tiga (tersangka baru-red). Dari mantan pegawai Kejagung dan eksternal dari luar perusahaan. Perusahaan pengadaan minyak loby sama ACP," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Jelang Jumat sore, Ferdy menggelar jumpa pers bersama Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Dalam jumpa pers, diterangkan lebih rinci soal inisial dan peran tiga tersangka baru.

"Inisial MD, inisial J, dan inisial IS. Nah kira-kira tiga tersangka itu perannya apa? (Peran) MD, salah satunya mereka itu meminjam bendera PT APM," jelas Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Argo lalu menjelaskan tersangka MD diduga bertanggung jawab karena memerintahkan membeli minyak lobi dengan merek dagang Top Cleaner. Argo melanjutkan tersangka J diduga bertanggung jawab atas kebakaran ini karena tak melakukan survei kondisi gedung utama Kejagung. J, yang ditunjuk sebagai konsultan perencanaan aluminum composite panel (ACP), juga ternyata tak memiliki kapasitas soal ACP.

"Jadi semua kegiatannya tersangka MD ini. Kemudian (peran MD) yang kedua, memerintahkan beli minyak lobi tadi, yang mereknya Top Cleaner. J perannya dia itu tidak melakukan survei gedung dulu, tidak memiliki pengalaman sebagai konsultan perencanaan ACP tadi" sambung Argo.

Kemudian IS ditersangkakan karena menunjuk IS sebagai konsultan. "Yang ketiga, tersangka IS, yang bersangkutan adalah yang menunjuk perusahaan IS sebagai konsultan perencanaan, yang tidak memiliki pengalaman," imbuh dia.

Argo menegaskan ketiga tersangka dijerat Pasal 188 juncto 55 huruf 1 ke-1 KUHP. "Ancaman di atas 5 tahun," tandas Argo.

Pada kesempatan yang sama, ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI), Yulianto menerangkan pada umumnya ACP terbuat dari tiga lapisan yang terbuat dari aluminium dan material inti dari bahan polyethylene. ACP juga disebutkan ada yang terbuat dari bahan tidak mudah terbakar dan mudah terbakar.

"Beberapa jenis ACP menggunakan material yang dilengkapi oleh fire retardant sehingga dia punya kemampuan yang lebih baik atau menggunakan isolasi yang tidak mudah kebakar," terang Yulianto.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3