Sejarah Brimob:Pasukan Elite Polri yang Kini Berusia 75 Tahun

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 06:00 WIB
Perayaan Sederhana HUT Brimob ke 73
Sejarah Brimob yang merupakan pasukan elite milik Polri (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sejarah Brimob atau Brigade Mobil Polri bermula pada zaman pendudukan Jepang. Tepat hari ini, Sabtu 14 November 2020 pasukan elite Polri yang pernah bernama Mobile Brigade merayakan HUT ke-75.

Proses pembentukan cikal bakal organisasi Brimob terjadi saat pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang bisa dikerahkan dengan cepat dengan mobilitas tinggi.

Organisasi ini kemudian diberi nama Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944. Setiap karesidenan di seluruh Sumatra, Jawa, dan Madura punya satu kompi beranggotakan 60-200 orang.

Anggotanya yang terdiri dari polisi muda dan pemuda polisi diberi persenjataan lebih baik dibanding polisi biasa. Seperti yang dilansir dari situs web Korps Brimob setiap kompi dipimpin perwira berpangkat Itto Keibu atau Letnan Satu.

Tepat pada tanggal 21 Agustus 1945, di Surabaya Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin menyatakan organisasi tersebut sebagai Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam aneka perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera.

Sejarah Brimob pun tercipta pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig).

Banyaknya pemberontakan membuat kesatuan Mobrig ini dikembangkan menjadi batalyon. Saat Amerika Serikat menawarkan pelatihan militer pada 1959, alih-alih mengirimkan tentara, Presiden Sukarno justru mengutus Mobrig.

Kebijakan ini selaras dengan rencana Mobrig membentuk pasukan Ranger dengan kemampuan light infantery. Mereka baru saja membentuk Sekolah Pendidikan Mobile Brigade (SPMB) di Watukosek, Porong, Jawa Timur pada 10 Juni 1955

"Pada pertengahan 1959 beberapa calon instruktur yang lolos seleksi dikirim ke Okinawa (pangkalan militer AS di Asia)," tulis Anton Agus Setiawan dan Andi Darlis dalam buku Resimen Pelopor: Pasukan Elite yang Terlupakan.

Selanjutnya
Halaman
1 2