Cara KAI Hadir dan Berkontribusi di Tengah Pandemi

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 19:43 WIB
Bantuan UMKM dari PT KAI
Foto: PT KAI
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang masih melanda seluruh negara di dunia memberikan dampak yang sangat terasa di berbagai aspek kehidupan. Moda-moda transportasi pun tak seramai dulu karena adanya pembatasan kapasitas.

Tak terkecuali di jasa angkutan kereta api yang dilayani oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sebagai gambaran, saat ini KAI menjual tiket hanya dengan kapasitas sebesar 70% dari kapasitas normal.

Kendati demikian, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan di tengah tantangan ini, KAI tetap berusaha untuk hadir menjadi solusi bagi masyarakat. KAI malah menjadikan masa-masa ini sebagai momentum untuk maju bersama dengan ikut mendukung perputaran roda ekonomi masyarakat dan membangun kolaborasi yang sinergis.

Di era modern dan penuh tantangan global seperti ini, KAI memaknai bahwa menjadi solusi dengan saling peduli dan membangun kolaborasi yang sinergis adalah salah satu wujud semangat untuk bersama-sama dapat menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia.

Salah satunya, KAI terus melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra binaan dalam penanganan COVID-19. Pada bulan Mei lalu, KAI memesan masker dan baju APD cover all dari mitra binaan di sektor tekstil yang berasal dari Bandung dan Yogyakarta.

"Pemberdayaan UMKM merupakan wujud KAI untuk terus mendorong agar pengusaha-pengusaha kecil dapat mengembangkan usahanya," ujar Joni dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

"Selain pemberian modal usaha, KAI juga mengadakan pembinaan dan pelatihan. Pelatihan tersebut meliputi proses produksi, pengemasan produk, pemasaran, dan sebagainya yang terprogram dalam agenda program mitra binaan Corporate Social Responsibility KAI," imbuhnya.

Bukan tanpa sebab jika baru-baru ini, KAI menerima tiga penghargaan sekaligus pada ajang Top CSR Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah Top Business. KAI juga mendapat 5 penghargaan dari ajang Nusantara CSR Award 2020 yang salah satunya adalah penghargaan Pemberdayaan Ekonomi Komunitas.

Menurut Joni, peran program CSR KAI sampai saat ini sangat jelas memiliki manfaat besar bagi masyarakat, salah satunya dengan membantu menyalurkan modal usaha bagi UMKM untuk mengembangkan produk.

Sebagai BUMN, KAI juga bertugas untuk ikut mengembangkan usaha masyarakat melalui program mitra binaan yang dimiliki. Di tahun 2020, KAI mengalokasikan dana Rp 9,4 miliar untuk disalurkan kepada UMKM.

Jumlah tersebut naik 8% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 8,7 miliar. Bantuan diberikan untuk mendorong kinerja UMKM sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Selain melalui kegiatan CSR, KAI juga ikut berkontribusi dalam program ketahanan pangan pemerintah dengan menghadirkan layanan Rail Express. Rail Express merupakan layanan KAI untuk jasa angkutan retail station to station dan station to point dengan harga relatif terjangkau. Layanan ini tersedia di 60 stasiun," ujar Joni.

Tarif Rail Express untuk rute Jakarta ke Bandung dipatok Rp 600/kg, Jakarta ke Surabaya Rp 1.500/kg dan Jakarta ke Malang Rp 1.700/kg. Tarif minimal yang dikenakan kepada pelanggan adalah 5 kg. Adapun untuk angkutan motor dihitung berdasarkan kapasitas mesin.

Mulai dari 10 April 2020 hingga 31 Oktober 2020, KAI telah mengangkut 4.531 ton bahan pangan yang terdiri dari bahan pokok, buah, hewani, makanan olahan, rempah-rempah, sayur, susu, dan telur. Masyarakat mulai mempercayakan Rail Express dari waktu ke waktu, terbukti dengan jumlah angkutan pangan pada bulan Oktober 2020 mencapai 1.069 Ton, naik 22% dibanding September 2020 mencapai 788 Ton.

Selain bahan pangan, Rail Express juga melayani hampir semua jenis angkutan retail lainnya, seperti paket, motor, produk UMKM, e-commerce, dan lainnya. Sampai dengan Oktober 2020, Rail Express telah melayani pengangkutan 107 ribu ton barang.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program CSR maupun inovasi angkutan KA yang KAI jalankan khususnya di tengah tantangan global COVID-19 saat ini sehingga para UMKM ini tak hanya bisa bertahan tapi terus melesat maju untuk menggerakkan perekonomian bangsa," pungkas Joni.

(mul/ega)