SBY Janji Terapkan Manajemen Pangan yang Baik
Selasa, 24 Jan 2006 18:48 WIB
Jakarta - Hak angket impor beras akhirnya kandas. Kebijakan impor beras akan terus bergulir. Dan, Presiden SBY berjanji akan menjalankan manajemen pangan yang baik. Petani dan konsumen dipastikan tak akan rugi."Presiden SBY mengikuti terus proses persidangan paripurna di DPR. Beliau juga menyatakan tetap bekerja melakukan manajemen pangan, khususnya beras dengan baik," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.Andi mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (24/1/2006). Dengan manajemen pangan yang baik diharapkan tidak ada lagi pihak yang dirugikan, baik dari kalangan petani maupun konsumen. "Ini disampaikan Presiden berulang kali," katanya.Bahkan, Rabu (25/1/2006), SBY akan menyampaikan hal itu di depan pejabat Bali. "Pada gubernur,bupati, dan walikota akan disampaikan untuk melakukan menajemen pangan dengan baik," katanya.Para pimpinan daerah itu diminta memberikan penjelasan mengenai situasi pangan di daerahnya masing-masing. Bagaimana pengelolaannya, bagaimana manajemennya, termasuk juga produksi, konsumsi dan stok secara transparan.Tidak hanya pejabat daerah saja, kata Andi, para menteri dan ketua lembaga-lembaga terdepan, seperti Bulog untuk juga akan diminta melakukan menajemen pangan. Sayangnya Andi tidak merinci sistem manajemen pangan yang akan diterapkan SBY."Pokoknya terus jelaskan pada rakyat bagaimana menajemen pangan, stok beras, konsumsi kita,produksi kita sehingga semua bisa dinikmati dengan baik oleh masyarakat," katanya.Selain tidak merugikan petani, diharapkan juga tidak menyebabkan harga beras melambung terlalutinggi sehingga merugikan konsumen. "Keseimbangan inilah yang harus dilakukan dalam ketahanan pangan," katanya. Mengenai berita adanya spekulan yang menimbun beras sehingga harga bahan pokok utama ini tidak turun juga, Andi menegaskan, jika ada penyimpangan hukum, maka hukum yang berlaku. "Tidak ada yang kebal. Ya kalau sekarang nimbun rugi, justru sekarang harga naik, ini kesempatan untuk lepaskan. Nanti kalau harganya turun, hangus lagi," katanya.Yang jelas, imbuh Andi, Presiden SBY menginginkan pengelolaan pangan dengan baik.
(umi/)











































