Deplu:
Travel Warning Tidak Efektif
Selasa, 24 Jan 2006 17:33 WIB
Jakarta - Efektivitas travel warning yang dikeluarkan sejumlah negara terhadap warganya yang berniat ke Indonesia diragukan. Jumlah warga asing justru bertambah. Bahkan setelah ledakan bom sekali pun.Warga Australia misalnya. Sekjen Deplu Imron Copan di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/1/2006), menuturkan, jumlahnya terus bertambah meski mereka bertubi-tubi dihujani travel warning.Terlalu seringnya travel warning yang dikeluarkan sebuah negara, imbuh dia, justru akan mengakibatkan orang tidak sensitif lagi. "Mereka akan menjadi kebal kalau diingatkan terus," katanya kepada detikcom.Hal ini didasari pada data jumlah turis asing tahun 2002. Sebelum bom Bali I, turis asal Australia tercatat sekitar 200 ribu. Tapi setelah bom Bali I dan travel warning yang bertubi-tubi, hingga 2005 lalu jumlahnya naik dua kali lipat.Hal ini membuktikan travel warning menjadi tidak efektif jika dilakukan terlalu sering, meski itu semua memang menjadi kewajiban setiap negara untuk menyelamatkan warganya.Meski tidak terlalu khawatir, Deplu berharap dan mengupayakan agar negara-negara tersebut tidak terlalu sering mengeluarkan travel warning, atau bahkan tidak sama sekali.Hari Selasa ini misalnya, Australia mengeluarkan imbauan kepada warganya agar tidak pergi ke Indonesia. Terutama ke wilayah Aceh, Maluku khususnya Ambon, dan Sulawesi Tengah, lantaran risiko terorisme. Begitu pula halnya dengan Bulgaria yang mengeluarkan imbauan serupa. SuakaMengenai suaka politik yang diminta 43 warga Papua di Australia, Imron mengatakan, tidak tahu motifnya. Diduga masalah Timor Timur (yang kini menjadi Timor Leste) dan Aceh yang sudah selesai menjadi pemicunya."Jadi semacam upaya cari perhatian kepada pemerintah agar masalah di Papua diselesaikan," katanya.Deplu, imbuhnya, hingga kini masih terus melakukan negosiasi dengan pemerintah Australia dan berharap 43 warga Papua itu pulang ke Indonesia. "Jika mereka pulang akan dijamin keselamatannya oleh Deplu asal tidak menyusut," katanya.
(umi/)











































