Ustaz Abdul Somad Bicara Orang Dihukum dari Jabatan karena Sambut HRS

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 15:17 WIB
Ustaz Abdul Somad menegaskan dirinya tak perlu minta maaf soal video salib yang beredar luas. Somad menegaskan yang dibicarakannya adalah soal akidah Islam.
Ustaz Abdul Somad (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ustaz Abdul Somad (UAS) menyinggung orang yang memiliki ikatan dinas dihukum dari jabatannya saat menyambut Habib Rizieq Syihab (HRS). Akibatnya, UAS menilai banyak orang yang takut menjenguk Habib Rizieq.

"Orang yang menyambut beliau, kalau dia masih ada ikatan dinas maka beberapa hari ini kita lihat orang itu dihukum dari jabatannya. Orang yang meng-update status kalau menulis nama beliau maka Instagram-nya akan diblokir, hanya menulis namanya saja maka Facebook-nya akan dicuri. Orang menjadi takut untuk menjenguk beliau kecuali orang-orang yang takutnya sudah dihabiskan untuk Islam," kata UAS saat memberikan tausiah di Megamendung, Kabupaten Bogor, yang disiarkan melalui YouTube LDF TV, Jumat (13/11).

UAS kemudian mempertanyakan apa kesalahan Habib Rizieq terhadap negara. UAS menegaskan Habib Rizieq hanya mengajak umat berbuat baik dan melawan ketidakadilan.

"Apa dosanya? Apa kesalahannya? Berapa triliun negeri ini pernah dirugikannya, nikel, uranium yang pernah dijualnya ke luar negeri, berapa BUMN perusahaan yang pernah dijualnya, aset-aset negara, ada yang pernah dia jual? Dia hanya mengajak anak muda yang selama ini pecandu narkoba menjadi bertaubat kepada Allah, dia hanya membangkitkan semangat anak muda yang selama ini berzina menjadi orang-orang yang takut kepada Allah," kata UAS.

UAS kemudian menyinggung sikap Habib Rizieq yang mengajak agar tidak memilih pemimpin yang kafir. Menurut UAS, seruan Habib Rizieq itu adalah hak di negara demokrasi.

"Dia hanya menyadarkan umatnya supaya sadar bahwa politik itu penting, angkatlah biar adil dan aman. Dia hanya mengajak umatnya supaya jangan memilih pemimpin yang kafir, salahkan perbuatannya? Tidak. Dia tinggal di negara demokrasi, dalam dunia demokrasi siapa pun berhak untuk mengajak menyuarakan kebenaran, dia tidak melawan sultan, dia tidak melawan ulil amri, dia tidak melawan siapa pun dia hanya melawan ketidakadilan," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2