Densus 88 Antiteror Tangkap Satu Teroris Lagi di Semarang
Selasa, 24 Jan 2006 16:35 WIB
Jakarta - Tim Detasemen 88 Antiteror menangkap satu orang lagi yang diduga terlibat jaringan terorisme di Semarang, Jawa Tengah. Catur yang beralamat di Jalan Telogosari Kulon, Penjurungan, Semarang, ditangkap pada 23 Januari pukul 10.00 WIB.Hingga kini ia masih menjalani pemeriksaan di Polda Jateng. Selain itu, polisi juga masih mengejar tersangka lain yang berkomplot dengannya."Catur berperan membantu menyembunyikan Noordin M Top," ujar Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (24/1/2006).Lepas IbnuPolisi, imbuh Anton, juga berencana melepas seorang tersangka lain bernama Ibnu. Ibnu akan dilepas sore ini karena belum memenuhi unsur pembuktian."Walau dipulangkan, dia tetap wajib lapor, karena masih dicari bukti lebih lanjut," katanya. Dengan demikian hingga kini sudah 10 orang yang ditangkap terkait dengan jaringan teroris Dr Azahari dan Noordin M Top.Mengenai empat tersangka terorisme yang kini ditahan di Polda Bali, dia mengatakan, peran masing-masing tersangka sudah jelas. M Cholili alias Yahya berperan menyembunyikan Azahari dan Noordin M Top serta ikut merakit bom di Jalan Flamboyan, Batu, Malang, Jawa Timur.Sedangkan Hanif alias Pendek mempersiapkan bom di Bali dan menyembunyikan informasi keberadaan Azahari dan Noordin M Top. Sementara Abdul Azis berperan menyembunyikan Noordin dan membuat situs untuk mempublikasikan sikap mereka. Dan Dwi Widianto alias Wiwid alias Sigit alias Bambang berperan menyembunyikan Azahari dan Noordin, serta membuat dokumentasi dengan handycam.Anton juga mengungkapkan, tersangka Ardi Wibowo alias Wawan yang juga kelompok ini ternyata pernah melakukan aksi perampokan di sebuah toko HP di Pekalongan. Dalam aksinya dia menggunakan pistol revolver yang dipinjamkan tersangka Abu Sayaf alias Joko Wibowo. "Pistol ini juga digunakan Wawan untuk menembak seorang pastor di Solo," ungkapnya.
(umi/)











































