Paripurna Impor Beras Diskors, Opsi Voting Paket Menang

Paripurna Impor Beras Diskors, Opsi Voting Paket Menang

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2006 16:13 WIB
Jakarta - Rapat paripurna DPR RI untuk menentukan sikap DPR terkait impor beras kembali diwarnai skorsing. Kali ini skors sidang dilakukan selama 10 menit atas permintaan FPDIP untuk melakukan konsolidasi fraksi dan perbaikan sistem pengambilan keputusan dalam sistem paket.Sebelumnya rapat paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (24/1/2006) telah berhasil memutuskan mekanisme voting. Pengambilan keputusan itu juga dilakukan dengan cara voting.Hasil voting memenangkan opsi B yakni pengambilan keputusan melalui voting untuk menentukan sikap DPR terkait impor beras dilakukan secara paket, yakni menerima hak angket, hak interpelasi, atau menolak keduanya. Dari jumlah 491 anggota DPR yang hadir dalam voting tersebut, sebanyak 192 anggota memilih opsi A yaitu voting penentuan sikap DPR mengenai hak angket dan interpelasi dilakukan secara bertahap. Opsi ini didukung oleh Fraksi PDIP, PAN, PKS, dan FPDS.Sementara opsi B didukung oleh 250 anggota. Pendukung opsi ini berasal dari Fraksi Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, PKB, Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, dan PBR.Jumlah anggota DPR yang memilih abstain sebanyak 5 orang yang berasal dari PKB 4 orang dan PPP 1 orang.Rapat paripurna pengambilan voting pertama ini banyak diwarnai interupsi dari FPDIP, FPAN dan FPKS yang menganggap opsi B tidak sesuai dengan tata tertib karenanya harus dihilangkan. Namun pada saat sama anggota Fraksi Partai Demokrat dan Partai Golkar meminta pimpinan mengetuk palu untuk melanjutkan sidang sesuai dengan hasil lobi.Rapat voting ini sangat ramai dengan celetukan anggota DPR dan peserta sidang saat penentuan sikap dari masing-masing fraksi seperti ketika FPG memilih opsi B, diteriaki, "Huuu... cukong beras, mafia beras!".Sementara saat PDIP memilih opsi A, banyak yang tepuk tangan sambil meneriakan, "Hidup Petani!". Sementara saat PPP mendukung opsi B diteriaki, "Masuk Angin".Sedangkan saat PAN, semua serentak berteriak, "Hidup PAN." Sedangkan anggota PAN Djoko Edhie Soetjipto celingukan melihat temannya pada berdiri atau tidak. PKB saat memilih opsi B pun disoraki," Membela yang bayar!". (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads