Vaksin Pfizer Diklaim Efektif 90%, Pemerintah Tetap Fokus Sinovac-Sinopharm

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 17:06 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko
Foto: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 buatan Pfizer dari Amerika Serikat (AS) diklaim 90 persen efektif. Istana mengatakan, tidak menutup kemungkinan pemerintah bekerja sama soal pengadaan vaksin dari Pfizer. Namun Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan penekanan lain.

Moeldoko mengatakan, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah alur distribusi vaksin lewat cara rantai dingin atau cold chain. Artinya, suhu perlu terus dijaga supaya mutu vaksin tidak menurun.

"Yang pasti orientasi pertama Sinovac dan Sinopharm. Tidak menutup kemungkinan. Tapi juga ada persoalan teknis yang dari sisi perlakuan terhadap vaksin itu, dingin ya, itu daerah-daerah seperti kita ini sepertinya akan menghadapi kesulitan karena jaring dinginnya itu, harus melalui suatu temperatur (cold chain -red), sehingga pada nantinya harus distribusi dari satu wilayah ke wilayah lain akan menghadapi masalah," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada wartawan di gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).

Moeldoko menerangkan, pertimbangan utama pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi yakni tingkat keefektifan dari kandidat vaksin COVID-19 yang akan digunakan serta pertimbangan harga dan masalah teknis lainnya. Permasalahan teknis yang dimaksud yakni dari sisi perlakukan terhadap vaksin yang akan digunakan.

Moeldoko menambahkan, pemerintah saat ini berorientasi mengenai pengadaan vaksin COVID-19 dari Sinovac dan Sinopharm. Tetapi tidak menutup peluang dengan vaksin dari perusahaan lain yang dianggap efektif.

"Iya. Saya pikir seperti itu. Eijkman juga mengembangkan vaksin Merah Putih, mungkin ada lagi pabrik vaksin di Indonesia mungkin semuanya akan pasti jadi pertimbangan. Pertimbangannya adalah efektivitas, yang kedua juga pertimbangan harga, mungkin pertinbangan teknis, dan seterusnya, persediaan," sebut Moeldoko.

Soal vaksin Pfizer di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2