Kabel Rel Dicuri, KRL Mogok
Selasa, 24 Jan 2006 14:57 WIB
Jakarta - Untuk mengisi perut, apa saja menjadi objek curian para maling Ibukota. Salah satu sasaran yang bisa dimaling adalah kabel penghubung rel milik PT KA. Akibat aksi kriminalitas ini, lalu lintas kereta api menuju Gambir-Kota terganggu, Selasa (24/1/2006).Menurut Kahumas PT KA Daops I Sujadi, kabel yang dicuri merupakan kabel penghubung rel antara Sawah Besar/Mangga Besar. "Mulai pukul 06.30 WIB kereta tidak bisa lewat untuk jalur Gambir/Kota. Arah sebaliknya bisa," kata Sujadi pada detikcom pukul 14.20 WIB.Sujadi menuturkan, fungsi kabel yang dimaling itu sebagai begatif LAA. "Kalau tidak sambung, rel akan memijarkan api. Ketika dilewati KRL, meleleh relnya," jelas Sujadi.Kabar yang beredar di kalangan para penumpang KRL, rel itu meleleh karena kesamber petir. "Setahu saya semalam kesambernya," kata Ian, seorang penumpang KRL dari Depok, pada detikcom.Ian menceritakan, banyak penumpang yang kecewa karena tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga Kota. Untuk penumpang KA Express Pakuan Bogor-Kota, penumpang diturunkan di Stasiun Gambir. Hal ini membuat para penumpang KA Express kesal karena mereka terpaksa mencari kendaraan umum untuk meneruskan perjalanan ke Kota.Sedangkan penumpang KRL ekonomi diteruskan ke Tanah Abang, lalu berputar menuju Kota. "Seharusnya PT KA memberi pengumuman di Stasiun Manggarai, sehingga penumpang dari KA Express bisa oper ke ekonomi. Soalnya ekonomi bisa sampai Kota meskipun putar ke Tanah Abang. Tidak seperti Express yang hanya sampai Gambir," kata Ian yang juga wirausahawan muda ini.Dan karena perjalanan KA tidak bisa diteruskan ke Kota, banyak penumpang yang memutuskan berjalan kaki untuk mencari angkutan umum. Namun untunglah situasi itu sudah bisa dikendalikan PT KA. "Saat ini perjalanan KA sudah normal," tegas Sujadi.Foto:Para penumpang berjalan kaki di jalur rel KA gara-gara tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Kota (Foto: Ian).
(nrl/)











































