Hati-hati! Kosmetik Merek Pond's dan Dove Banyak Dipalsuin

Hati-hati! Kosmetik Merek Pond's dan Dove Banyak Dipalsuin

- detikNews
Selasa, 24 Jan 2006 14:56 WIB
Jakarta - Pengguna kosmetik merek Pond's, Dove, atau shampo Head&Shoulder mulai detik ini harus berhati-hati. Salah-salah selama ini kosmetik yang digunakan adalah barang aspal. Pasalnya, Polda Metro Jaya, Senin (23/1/2006) kemarin baru saja menggerebek pabrik pembuatan kosmetik palsu merek-merek beken itu.Kosmetik tersebut diproduksi di sebuah ruko di kawasan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat. Sebelum digerebek, polisi sudah mengintai tempat itu selama seminggu.Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan 200 kardus berisi kosmetik aspal yang produk aslinya diproduksi PT Unilever Indonesia. Selain itu, polisi juga menyita mesin-mesin produksi dan 12 orang karyawan perusahaan itu. Kasat Obat Berbahaya Dirnarkotika Polda Metro Jaya AKBP Sugeng Rikolo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (24/1/2006) mengatakan, penangkapan itu dilakukan Senin 15.00 WIB. "Ada satu orang yang ditahan, yaitu Heri Susanto," kata Rikolo.200 Kardus yang diamankan, kata Rikolo, antara lain berisi sabun-sabun merek Pond's, Dove, shampo Head&Shoulder, hand body lotion dan eye shadow merek Pond's.Product Development PT Unilever Indonesia Widyawati di tempat yang sama menuturkan, ciri-ciri produk palsu itu antara lain kemasannya yang berbeda dan menggunakan simbol lama Unilever. Bahkan tidak tanggung-tanggung, pemalsu juga memroduksi barang yang tidak pernah diproduksi Unilever, seperti hand body lotion merek Pond's dalam kemasan botol."Padahal kami tidak pernah memroduksi dalam kemasan botol seperti itu. Mereka juga memproduksi eye shadow yang tidak pernah diproduksi Unilever," bebernya.Sepintas lalu, kosmetik aspal ini tidak jauh berbeda dengan yang asli. Namun jika dicermati lebih teliti terlihat ada perbedaan yang cukup signifikan. Kemasan sabun merek Dove, misalnya, untuk barang aspal tidak simetris.Widyawati menduga barang-barang aspal ini di pasaran jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan yang asli. Dia juga menduga harganya lebih murah dibandingkan harga jual yang asli. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads