Pelapor: Salah Satu Penyebar Video Seks 'Mirip Gisel' Diduga Masih Anak-anak

tim detikcom - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 21:12 WIB
Advokat Pitra Romadoni Nasution
Advokat Pitra Romadoni Nasution (Arun/detikcom)
Jakarta -

Pelapor video seks mirip artis Gisella Anastasia (Gisel), Pitra Romadoni Nasution, menyebut salah satu akun penyebar, diduga masih anak-anak. Dia merasa miris dengan kejadian tersebut.

"Ini sedang kita dalami bersama dengan Komnas Perlindungan Anak, kita telah melakukan pengkajian penelitian terhadap para terlapor ini. Salah satu terlapor, dari bentuk wajah atau gelagat di media sosial, kami menduga seorang anak," ucap Pitra dalam acara d'Rooftop, Rabu (11/11/2020).

"Akan tetapi, masalah umum tidak bisa menduga-duga atau prediksi, dari raut wajah sudah kita bisa teliti, anak ini masih remaja," ujarnya.

Menurut Pitra, perlu ada pemahaman kepada anak-anak untuk sehat berinternet. Terlebih, di masa pandemi, anak sekolah dekat dengan gawai pintar.

"Jadi itulah perlu edukasi dan kemarin saya gandeng Komnas Perlindungan Anak agar orang tua memberikan penjagaan kepada anaknya agar tidak terlalu bebas mengakses internet dalam masa pandemi," ucapnya.

Anak-anak, bagi Pitra, memiliki keingintahuan yang tinggi. Video porno dirasa bisa merusak psikologis dari anak.

"Cara berpikir anak ingin tahu dibandingkan orang dewasa, anak ini di masa pandemi kan sistem belajar secara online, anak sekarang sudah memiliki gadget masing-masing untuk aktivitas sekolah. Komnas Perlindungan Anak dan saya, kemarin kita khawatir sekali beredar video porno diduga mirip artis Indonesia merusak psikologi anak," ucapnya.

Sementara itu, Pemred detikcom, Alfito Deannova Ginting, selaku pembicara melihat ada kecenderungan orang untuk merekam hubungan seksual mereka. Dia bertanya kepada seksolog Boyke Dian Nugraha mengenai hal itu.

"Apakah memang ada masalah atau semua kita punya kecenderungan ke sana," tanya Alfito.

Boyke menyebut manusia memiliki sikap narsistik. Baginya, tidak masalah merekam hubungan seksual jika untuk konsumsi sendiri dan untuk perbaikan hubungan intim suami-istri.

"Setiap manusia kan memiliki sikap narsistik, mencintai diri sendiri, yang jadi masalah kalau kegiatan itu menjadi konsumsi umum. Kalau mereka merekam untuk mereka berdua saja, tidak disebar ke orang lain, boleh, itu ranah pribadi," katanya.

"Misal pasangan suami-istri yang pengen lihat bagaimana sih performance mereka, atau ada yang perlu diperbaiki dalam hubungan seksual itu. Masalahnya, itu menyebar ke tempat lain," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2