Begal Sepeda Kolonel Marinir Menyerahkan Diri Setelah Diminta Ortu

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 20:58 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang begal sepeda yang menyasar Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menyerahkan diri kepada polisi. Pelaku berinisial RA (27) tersebut menyerahkan diri dua hari lalu.

"RA (27) dua hari lalu menyerahkan ke Polres Jakarta Pusat. Menyerahkan diri takut ketangkap ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Rabu (11/11/2020).

Selain itu, Yusri mengatakan dorongan dari orang tua membuat pelaku kemudian memilih menyerahkan diri. Menurut Yusri, saat berita begal pesepeda tersebut viral dan identitas pelaku diketahui, orang tua pelaku meminta anaknya segera menyerahkan diri.

"Orang tuanya juga yang dorong supaya segera menyerahkan diri karena viral itu. Dorongan orang tua lalu dia ngaku salah juga. Kan sudah viral, sudah ketahuan namanya," terang Yusri.

Dari kasus begal sepeda Kolonel Pangestu tersebut, kini masih tersisa satu pelaku yang belum tertangkap. Yusri mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi pelaku tersebut.

"Nah, yang satu masih kita kejar. Inisialnya NK," imbuh Yusri.

Seperti diketahui, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal sepeda saat gowes di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin (26/10/2020). Pelaku mengendarai sepeda motor, dan berupaya menggasak tas korban. Aksi kriminal tersebut terekam kamera CCTV.

Dua pelaku begal sepeda Kolonel Marinir Pangestu telah ditangkap. Kedua pelaku ialah RHS (32) dan RY (39).

"Ini orangnya di belakang saya dan sudah saya tanyakan. Mereka mungkin barang bukti juga ada," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Sabtu (7/11).

(idn/idn)