Puluhan Aktivis Datangi DPR Dukung Hak Angket Impor Beras
Selasa, 24 Jan 2006 13:56 WIB
Jakarta - Sekitar 70 orang dari KAMMI, LMND, UPC dan elemen lainnya, termasuk BEM se-Jabotabek menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan impor beras.Massa berhasil masuk ke depan pintu masuk Gedung Nusantara II DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (24/1/2006), tempat berlangsungnya rapat paripurna hak angket impor beras. Para demonstran ini menggelar spanduk dan berorasi. Spanduk yang dibentangkan berbunyi, "Bongkar mafia beras," "Tolak impor beras," dan "Tolak globalisasi pangan."Mereka juga menuntut agar pemerintah dan PLN membatalkan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Mereka juga meneriakkan yel-yel dan bernyanyi. Aksi ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR RI.Sidang paripurna hak angket impor beras hingga pukul 13.45 WIB masih diskors untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan fraksi melakukan lobi. Saat ini peta hak angket makin meredup karena secara jelas hanya didukung oleh PKS dan PDIP.Di tengah skorsing sidang paripurna itu, sejumlah anggota dewan menemui para peserta aksi.Menurut Yuli Widiastono dari KAMMI Pusat, para pengunjuk rasa berharap sidang paripurna memenangkan hak angket menolak kebijakan impor beras. Sebab hal itu akan menjadi bukti bahwa dewan peduli pada rakyat dan petani. Rencananya demonstrasi akan terus digelar hingga berakhirnya sidang paripurna. Yuli mengklaim 600 mahasiswa siap bergabung ke Gedung DPR RI. Saat ini para mahasiswa itu sudah berkumpul di Departemen Kehutanan.
(san/)











































